alexametrics

Tingkatkan Bayar Pajak, Gelar Pekan Panutan PBB

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemkot Semarang berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Kali ini dengan menggelar Pekan Panutan PBB selama tiga hari mulai Rabu (11/5) sampai Jumat (13/5) mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, juga memberikan program diskon 10 persen sampai akhir bulan. Bahkan ada juga program membayar pajak bisa mendapatkan hadiah jika wajib pajak membayar pajak sebelum 31 Agustus. Ini ditingkatkan, karena pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak menjadi sumber pembangunan.

“Kami juga berkerjasama dengan Tokopedia untuk memudahkan masyarakat membayar dari rumah. Intinya kami lakukan inovasi bersama stakeholder terkait persoalan pendapatan asli daerah,” jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat membuka Pekan Panutan PBB di Balai Kota Semarang, Rabu (11/5).

Baca juga:  Pedagang Pasar Tradisional Wajib Melek Digital

Selain membuka Pekan Panutan PBB, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga melakukan launching program Sistem Integrasi Informasi Nomor Objek Pajak (NOP) daan Nomor Hak Bidang antara Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan  Bapenda Kota Semarang. Sistem tersebut diyakini bisa menjadi solusi pelayanan yang lebih cepat kepada masyarakat.

“Kami ingin memangkas birokrasi karena sistem ini secara online. Misalnya kalau beli tanah 500 meter lalu dalam perjalanan saparuhnya dijual, harus laporan ke BPN dulu, kemudian Bapenda agar pajaknya berkurang. Dengan sistem ini lebih cepat, karena secara otomatis luasan ataupun haknya akan berubah,” tuturnya.

Menurut Hendi, dengan adanya sistem tersebut selain lebih cepat juga tidak berbelit secara birokrasi. Bahkan meminimalisasi kebocoran ketika melakukan kepengurusan terkait tanah dan ataupun pajak lainnya. “Sebelumnya kan manual, bisa jadi terjadi kekeliruan. Dengan sistem ini lebih cepat, jadi bisa menekan kebocoran,” pungkasnya.

Baca juga:  Siapkan Sekolah New Normal, Tatap Muka Dua Kali Seminggu

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Semarang Indriyasari menjelaskan, jika pihaknya mencoba terus berinovasi dengan mengungkit potensi pajak yang ada untuk pendapatan daerah agar bisa merealisasikan pembangunan.

“Misalnya dengan Pekan Panutan PBB ini, kita ingin memudahkan masyarakat untuk membayar pajak. Selain itu, ada stimulus bebas denda dari tahun 2018 sampai 2021 dan diskon PBB 10 persen sampai akhir Mei. Termasuk bebas PBB untuk NJOP di bawah Rp 250 juta,” tambahnya.

Tahun ini, kata wanita yang akrab disapa Iin ini, target pendapatan PBB sebesar Rp 577 miliar lebih. Sementara jumlah SPPT sekitar 570.827 serta potensi pendapatan sebesar Rp 723 miliar lebih. “Jumlah wajib pajak yang ada sekitar 163.458, ini akan kami maksimalkan dengan beberapa stimulus serta dengan sistem integrasi dengan BPN,” pungkasnya. (den/ida)

Baca juga:  Ingatkan Masyarakat Soal Waktu Kehadiran Pemilih

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya