alexametrics

Terbaik Se-Jateng Jadi Tonggak Kebangkitan Karang Taruna

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Prestasi membanggakan pernah diraih Karang Taruna Tunas Muda Kelurahan Sendangguwo. Yakni dinobatkan sebagai Karang Taruna berprestasi se-Jawa Tengah pada 2018 silam.

Di bawah kepemimpinan Yoga, Karang Taruna Sendangguwo semakin melebarkan sayap melalui program-program briliannya. Bahkan bisa dikatakan menjadi tonggak kebangkitan karang taruna di seluruh Kota Semarangjadi  lebih eksis dan solid.

Pencapaian menjadi Karang Taruna berprestasi se-Jateng bukanlah hal yang mudah. Ia dan kawan seperjuangannya rela mencurahkan sebagian besar waktu dan tenaga tak sedikit anggotanya sudah bekerja atau sibuk kuliah.

“Kala itu persoalannya pada waktu itu, sulit mengkhususkan untuk bermasyarakat dan berorganisasi,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang saat diwawancara di Gedung Juang 45 Jalan Pemuda nomor 163, Sekayu, Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (10/5).

Baginya, prestasi tersebut hanyalah bonus. Di balik layar, terdapat proses, perjuangan, dan kerja keras yang harus diteladani. Yakni totalitas mengabdi. Di dalamnya juga banyak cerita susah payah. Jika pulang ke rumah, cukup digunakan untuk makan dan istirahat. “Di luar itu saya manfaatkan untuk kegiatan di kelurahan, organisasi, dan msyarakat,” katanya.

Baca juga:  Di Dewan, Segel Pintu, di Polda, Salat Gaib

Program kerja yang ditelurkan sepanjang 2016-2019 unik dan manfaatnya sampai saat ini masih dirasakan. Padahal kala itu pendanaannya masih mandiri. Belum ada anggaran dari Pemkot. Seperti konseling, posyandu remaja, usaha ekonomi mandiri, dan Kencleng Mbah Tikung.

Program yang menjadi andalannya adalah Kencleng Mbah Tikung, yakni program dari seksi sosial. Berupa celengan dari kendi untuk anggota. Kemudian sebelum lebaran dipecah dan diberikan kepada lansia. Setiap tahun, nominal bisa mencapai Rp 800 ribu-1,2 juta.

Di sisi lain PIK Remaja juga tak kalah hebat. Lembaga di bawah seksi sosial itu juga menyabet kategori terbaik tingkat nasional. Mereka menawarkan program konseling remaja, kesehatan reproduksi, keluarga berencana, dan melindungi dari poergaulan bebas. “Tapi itu tidak instan. Sebelumnya kita hanya sampai lima besar. Kemudian evaluasi, baru di tahun kemudian bisa meraih,” terangnya.

Baca juga:  Proyek Alun-Alun Johar Dilanjutkan, Tahap III Segera Dilelang

Dalam menjaaga kesolidan anggota, kepemimpinan Yoga memakai sistem kelembagaan. Para anggota adalah mereka yang mengetuai karang taruna di RW masing-masing. Sehingga terintegrasi dan mudah dalam koordinasi.selain itu juga punya pasukan di daerahnya masing-masing. “Kalau saya buat kegiatan, mobilisasi masa mudah,” ungkapnya.

Kiat membentuk kesolidan anggotanya, Yoga berupaya untuk menjaga kualitas komunikasi. Menghilangkan sekat antara pimpinan dan anggota sehingga menjadi akrab. Dengan keakraban itulah ia manfaatkan untuk merangkul dan menantang dengan program. “Kalau sudah dekat secara emosional mengatur anggota itu lebih mudah,” ucapnya.

Ia juga memberdayakan potensi tiap anggota berdasarkan kecenderungan. Apakah lebih ke ranah sosial, pendidikan, atau budaya.

Setelah Karang Taruna yang ia pimpin eksis, ia coba melirik Karang Taruna lain di Kota Semarang. Ia sempat berpikir, jika Karang Taruna dari 16 kecamatan aktif, pasti Semarang makin hebat. Dari situlah ia berinisiatif mengadakan pertemuan seluruh Karang Taruna di Kota Semarang. “Saat itu pertemuannya di Sendangguwo. Dengan harapan ke depannya rutin dilaksanakan muter ke kelurahan-kelurahan,” paparnya.

Baca juga:  Kelompok Tani Dahlia Sukses Kembangkan Padi Aquaponik

Pertemuan tersebut tidak sia-sia. Dari keaktifan Karang Taruna itu ternyata membuahkan hasil. Mendapatkan respon yang baik dari masing-masing Karang Taruna. Pemkot Semarang akhirnya melirik dan memberikan perhatian berupa pengucuran anggaran.

Ia juga pernah menjadi narasumber dalam event “Gerbang Hebat” untuk berbicara selama berkiprah di Karang Taruna. “Di situ saya luapkan semua kegaitan dan jerih payahnya,” tuturnya.

Ia berharap, dukungan dari berbagai pihak sudah selayaknya dimanfaatkan remaja Karang Taruna. Tinggal memaksimalkan potensi yang ada, sehingga Karang Taruna menjadi wadah kreatif bagi anak muda. (cr3/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya