alexametrics

Semarang PPKM Level 1, Aktivitas Warga Kembali Normal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangKota Semarang kembali masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 sampai dua pekan ke depan. Hal ini sesuai dengan Inmendagri terbaru yang berlaku dua pekan ke depan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, jika masuknya Semarang ke level 1 ini membuat aktivitas masyarakat bisa kembali normal seperti sebelum pandemi Covid-19. Sebelum lebaran lalu, sejatinya Ibu Kota Jateng ini juga berada di level yang sama.

“Sebenarnya level 1 ini sudah sejak sebelum lebaran. Tempat-tempat kegiatan masyarakat sudah bisa terisi 100 persen, dan ada kelonggaran lagi yang diberikan kepada masyarakat,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (10/5).

Hendi –sapaan akrabnya–menjelaskan, kelonggaran yang diberikan misalnya untuk pernikahan yang sebelumnya hanya 75 persen okupansi, kini bisa 100 persen okupansi. Operasional tempat hiburan juga sudah boleh buka sampai pukul 00.00, kini diperpanjang sampai pukul 01.00.

Baca juga:  YAPAPB Gelar Doa Keselamatan Bangsa

“Secara kehidupan, diharapkan kembali seperti sebelum pandemi, namun tetap harus patuh protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi Covid-19. Tujuannya, arah kehidupan yang lebih normal lagi,” bebernya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang M Abdul Hakam menjelaskan, jika status Kota Semarang saat ini tetap berada di level 1. Sampai saat ini pun belum ditemukan kasus aktif.”Saat ini zero kasus alias zero case. Tapi tetap harus waspada,” katanya.

Hakam menjelaskan, jika Dinkes tetap akan fokus mengawasi kondisi kesehatan warga Kota Semarang. Selama dua sampai tiga pekan ke depan, Dinkes akan memantau dan mengawasi segala kondisi yang terjadi untuk mengantisipasi kemungkinan adanya lonjakan kasus baru pasca libur lebaran.

Baca juga:  Suhu di Semarang Panas, Ini Penjelasan BMKG

“Protokol kesehatan jadi tumpuan dan fokus kita sekarang ini. Karena kalau sampai ada kejadian seperti yang terjadi kemarin, maka bisa membuyarkan keinginan kita untuk gaspol sektor perekonomian,” ujarnya.

Jika dua sampai tiga pekan ke depan tidak ada lonjakan kasus baru, maka sektor pendidikan baik untuk sekolah–sekolah hingga perguruan tinggi bisa siap melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) secara full.

“Kita juga akan genjot random sampling lalu melakukan penilaian apakah prokesnya masih diterapkan dengan benar sembari menggencarkan vaksin booster. Selama dua hingga tiga  minggu ke depan ini kita tetap harus waspada, wait and see,” tandasnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya