alexametrics

Belajar Pemenuhan Hak Anak dengan Ular Tangga

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kelurahan Gisikdrono Kecamatan Semarang Barat meraih penghargaan Prakarti Utama I tingkat nasional sebagai pelaksana terbaik Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR). Kota Semarang bersaing dengan 5 kota lain di Indonesia. Di antaranya Banjarmasin, Sawalunto, Jakarta Timur, Medan, dan Bontang.

Saat ditemui koran ini di rumahnya, Ketua Program Kerja (Pokja) 1 PKK Gisikdrono Ninik Endang Lestari sedang membersihkan berkas laporan program kerjanya. Ia pun memperlihatkan hasil laporan tentang PAAR saat menang lomba tingkat nasional. Sembari menebar senyum ia menjelaskan satu persatu isi laporan dan program kerjanya dulu. Sampai saat ini proker masih berjalan. Tidak ada satupun yang mandek.

“Pastinya butuh perjuangan saat kami akhirnya bisa menyandang predikat ini. Inovasi program kerja terus digencarkan, sosialisasi, dan mengatur warga agar tertarik ini sangat sulit,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ninik, sapaan akrabnya, menambahkan, sebelum mewakili Kota Semarang untuk maju ke tingkat nasional, PKK Gisikdrono telah melalui berbagai tahapan. Seperti telah lolos penilaian dari tingkat Kecamatan Semarang Barat dan Kota Semarang.

Baca juga:  Jalan Pantura Diperbaiki, Mangkang Macet Panjang

Selain itu pihaknya berhasil meraih prestasi tertinggi karena sejumlah program dan inovasi tentang pemenuhan hak anak yang telah dilakukan sejak 2016. Di antaranya dengan memberikan pelatihan mendongeng untuk anak, sosialisasi tentang bullying, dan pelatihan gender bagi pendamping SD, SMP, dan SMA.

Perempuan 45 tahun ini mengaku, TP PKK Gisikdrono juga melakukan sosialisasi terhadap permasalahan sosial seperti kenakalan remaja, narkoba, risiko seks bebas, pencegahan kekerasan seksual terhadap anak, pencegahan pernikahan dini, dan pemahaman KDRT.

Ibu dari tiga orang anak ini mengatakan PAAR merupakan upaya pembinaan budi pekerti anak dalam lingkup keluarga dan masyarakat. Orang tua pun diberikan pemahaman mengenai pemenuhan hak anak yang harus didapatkan anak mereka. Dalam pelaksanaannya, penyampaian program dilakukan dengan metode permainan ular tangga. Pesertanya adalah ibu-ibu dan kader PKK.

Baca juga:  Kota Lama Siap Terima Wisatawan Lagi

“Jadi permainan ular tangga ini kita pakai untuk menarik animo masyarakat. Dihadirkan narasumbernya. Jadi kita bermain sambil belajar,” akunya.

Kejuaran lain juga pernah dimenangkan seperti Juara III Lomba Pemberdayan Masyarakat Tingkat Nasional tahun 2016, Juara I Kampung Tertib Aman Tingkat Kota tahun 2017, Juara III Lomba Siskamling Tingkat Kota tahun 2018, dan lainnya.

Tidak hanya itu, TP PKK Gisikdrono juga menyediakan fasilitas umum yang ramah anak. Tujuannya agar pemenuhan hak anak tidak terjadi di rumah saja namun juga di tempat umum. Seperti puskesmas ramah anak, kelurahan ramah anak, dan sekolah ramah anak.

Dengan menyediakan rumah pintar di Jalan Puspogiwang, taman bermain dan pojok rumah, serta ruang terbuka hijau. Selain itu di SDN Grisikdono juga dilakukan sosialisasi ramah anak dengan siswa mencari jentik (Si Centik). Lalu dibuat juga posyandu remaja. Kegiatannya adalah sosialisasi mengenai kesehatan remaja dan permasalahan remaja lainnya.

Baca juga:  Buruh Tuntut Permenaker JHT Dicabut, Bukan Direvisi

Demi meningkatkan tertib administrasi di lingkungan keluarga, TP PKK juga membuat program jemput bola untuk pembuatan akta kelahiran, KIA, dan akta kematian. Pihak TP PKK Grisikdono menghadirkan Dispendukcapil Kota Semarang ke Kelurahan selama tiga hari. Warga pun bisa mengurus administrasi dengan lebih mudah.

Setelah meraih kemenangan. TP PKK menjadi tempat studi banding dari berbagai kota di Indonesia. Seperti Bali, Malang, Jawa Barat, Kalimantan Selatan dan lainnya. Mereka melihat secara langsung program yang dijalankan TP PKK Grisikdono.

“Di sini yang paling diunggulkan adalah kampung seni. Jadi anak-anak belajar tentang kesenian bermain gamelan, karawitan, tari tradisional dan lainnya. Pengembangan ekonominya juga ada yakni dengan menyewakan baju-baju tradisional,” tuturnya. (cr4/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya