alexametrics

Syawalan, Warga Pedurungan Tengah Bagikan Kupat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Senin (9/5/2022) pagi sekitar pukul 05.00, warga Jalan Pedurungan Tengah II berbondong-bondong mengantre pembagian ketupat dan uang pecahan.

Salah satu warga Pedurungan Tengah RW 1, Atin Al-Yosa, menjelaskan dirinya baru lima tahun tinggal di Pedurungan Tengah dan selama lima tahun itu pula dirinya bersama cucunya mengikuti warga lain yang mengantre untuk mendapatkan ketupat yang biasa oleh warga disebut ‘Kupat Jembut’.

“Senang mas, ketupatnya pun enak. Harapannya dengan makan kupat yang sudah didoakan ini bisa menjadi sehat badannya,” ujarnya.

Salah satu anak, Aldi, menjelaskan dirinya bersama teman-temannya sangat senang. “Saya sangat senang tadi dapat empat kupat, dan dapat uang untuk sangu sekolah nanti,” ujarnya.

Baca juga:  Satu Tekad Wujudkan Semarang Semakin Hebat

Di Pedurungan Tengah II, terdapat empat warga yang membagikan Kupat dan uang receh, yakni, Jumiati, Agus, Juarti, dan Nur Rohmah. “Ini merupakan kegiatan turun-temurun, dulunya mbah saya, ibu saya, dan akan turunkan ke anak-anak. Ada 60 kupat, dan uang pecahan Rp 2.000 senilai Rp 500 ribu. Alhamdulillah, bagi-bagi rizki,” kata Jumiatun.

Warga lain yang membagikan kupat, Nur Rohmah, 50, menjelaskan sudah hampir 50 tahun ia mengikuti tradisi tersebut. Ketupat diiris dua sisinya tidak sampai putus, kemudian diisi tauge gudangan, ada juga yang diisi kol. “Ada juga yang berbagi sedikit rizkinya dengan nominal yang berbeda,” ujarnya.

Diceritakan, nenek moyang yang memiliki yang sudah meninggal didoakan bersama dengan sedekah kupat ini. “Bancaannya untuk anaknya dan keselamatannya untuk keluarga,” tuturnya.

Baca juga:  PDIP Hijaukan Bantaran Sungai BKB

Ketupat tersebut diisi gudangan yang terlihat jembrawut. “Mbah-mbah saya bilang seperti itu, kata dia, sempat berubah nama Kupat Susur. Cara makannya pun, bisa langsung dimakan, ini lho mas, dibrakoti,” tuturnya. (fgr/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya