alexametrics

Hadapi Arus Balik, Terminal Beroperasi 24 Jam

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Terminal Mangkang bakal beroperasi 24 jam. Hal itu menghadapi puncak arus balik yang diprediksi bakal terjadi 7 sampai 8 Mei 2022.

Kepala Terminal Mangkang Reno Adi Pribadi mengatakan, semua sudah dipersiapkan dengan matang. Arus balik diprediksi akan terjadi puncaknya dari tanggal 7 sampai tanggal 8 Mei 2022.

“Semua sudah dipersiapkan, termasuk mengantisipasi derasnya arus balik,” katanya.

Ia menambahkan, tahun ini ada tiga instasi mengadakan mudik dan balik gratis. Yakni Pemprov Jateng ada 35 bus 10 bus mudik gratis Kemenhub serta Dishub DKI Mudik Gratis Arus Balik ada 21 Bus.

“Kita ready dan selalu standby untuk menerima dan melepas arus balik dari Semarang ke arah Barat, seperti Jakarta, Cirebon, dan lain-lain,” tambahnya.

Baca juga:  Polsek Tanjung Emas Didatangi Pria Misterius Bersenjata Tajam

Tahun ini banyak pemudik beralih dari mudik gratis ke mobil pribadi. Minat naik bus ataupun kereta berkurang. Selain itu, pihaknya menyediakan rest area yang nyaman bagi para pemudik selama 24 jam. Pelayanan kesehatan berupa cek kesehatan swab, antigen, pcr, vaksin dan penanganan kecelakaan juga ada.

“Kalau mudik hanya sampai malam. Kalau arus balik ini fasilitasnya sampai 24 jam sampai H+7 lebaran,” tambahnya.

Salah satu pemudik Totok mengaku dari Solo akan pulang ke Kendal. Ia tidak mudik dua tahun. “Terminalnya sangat bagus sudah memadai fasilitasnya,” akunya.

Koordinator Pelaporan Data Kesehatan Terminal Mangkang, Restu Fajar Pambudi menambahkan, puncak mudik terjadi 29 April sampai 30 April. Dari 105 bus AKDP penumpangnya mencapai 1.768. Untuk dalam provinsi ada 22 bus, dan 52 penumpang.

Baca juga:  Jumlah Pemudik di Terminal Pekalongan Turun Drastis

“Posko standby 24 jam untuk melayani penumpang,” tambahnya.

Setelah arus balik, terminal akan kembali ke normal. Namun, pihaknya akan tetap memantau. Selain itu, fasilitas terminal akan terus ditambah.

“Ke depan menambah pelayanan kesehatan bekerja sama dengan DKK Semarang atau PMI,” ujarnya. (fgr/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya