alexametrics

H+3 Lebaran, Arus Mudik Masih Lebih Padat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – H+3 lebaran, arus balik di Gerbang Tol Kalikangkung mulai meningkat, Rabu (4/5) kemarin. Meski begitu, jumlah kendaraan pemudik yang masuk ke Semarang atau dari arah Jakarta ternyata masih lebih banyak. Bahkan, kendaraan yang akan masuk Semarang mengular mencapai kurang lebih 200 sampai 300 meter. Sebaliknya yang dari arah Semarang ke Jakarta, hanya sampai 100 meter.

Kemarin, jumlah gardu e-toll yang dibuka juga masih banyak yang arah masuk. Ada sebanyak 13 gardu. Sedangkan gardu e-toll keluar Semarang hanya sembilan gardu. Meski padat, tidak sampai menimbukan kemacetan.

MASIH TINGGI: Puluhan kendaraan pribadi pemudik antre di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang pada H+3 Lebaran, kemarin (4/5). (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MASIH TINGGI: Puluhan kendaraan pribadi pemudik antre di Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang pada H+3 Lebaran, kemarin (4/5). (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Arus balik sudah ada tanda-tanda meningkat. Mereka kembali lebih awal karena ada imbauan pemerintah, sekaligus untuk menghindari kemacetan di jalan tol,” ungkap Kapospam Kalikangkung Ipda Riyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (4/5).

Kendaraan yang melintas di Gerbang Tol Kalikangkung didominasi pelat nomor B, D, T, Z, dan BE. Ada juga pelat nomor lokal Jawa Tengah, seperti AD, G, K, dan H.

Rico, salah satu pemudik mengaku melakukan perjalanan arus balik dari Magetan menuju Palembang. “Dari Magetan sekitar pukul 06.00. Sampai gerbang Kalikangkung sekitar pukul 17.30. Sempat macet ketika mau masuk tol sekitar dua jam,” katanya sembari tapping kartu di mesin e-toll.

Baca juga:  Polda Jateng Kerahkan 11.000 Personel untuk Hadang Pemudik

Pemudik lain, David, mengaku sengaja mudik ke kampung halamannya di Solo pasca Idul Fitri. Ia berangkat dari Lampung dengan mobil pribadi Selasa (3/5) malam. Alasan memilih mudik setelah lebaran untuk menghindari kemacetan. “Tadi sempat macet di Karawang, nggak sampai berjam-jam, cuma padat kendaraan,” ujarnya.

Direktur Utama Jasa Marga Semarang Barang (JSB) Prajudi mengakui, jumlah kendaraan yang masuk Gerbang Tol Kalikangkung dari arah Jakarta masih tinggi. Namun tidak sampai mengalami kemacetan.

“Iya, ini mengalami kepadatan. Kita juga survei-survei beberapa hari ini, yang tadinya saya kira dari arah barat (Jakarta) masuk Semarang sudah habis, ternyata masih banyak juga. Ini polanya agak aneh,” katanya.

Menurutnya, kepadatan kendaraan pemudik ini juga terjadi ketika hari pertama dan kedua lebaran. Hanya saja, jumlahnya tidak sampai menyamai saat terjadi puncak arus mudik sebelum lebaran.

Baca juga:  Gelar Pameran Virtual Lintas Negara

“Hari kedua dan ketiga lebaran ini naik lagi. Akhirnya, kita melakukan rekayasa lagi, memaksimalkan tenaga, kita berdayakan. Kalau dibandingkan lebaran 2019, ada kenaikan sekitar tujuh persen,” bebernya.

Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk Gerbang Tol Kalikangkung dari arah Jakarta sejak H-10 lebaran, Prajudi menyebutkan mencapai 430 ribu kendaraan. Sedangkan yang keluar atau ke arah Jakarta baru 140 ribu kendaraan.

“Sesuai skenario yang pernah kita buat untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan, kita berdayakan semua kapasitas dan kemampuan. Kalau ada peningkatan (kendaraan), kita main gardu. Kalau dari barat banyak, kita tambahin (gardunya). Begitu juga sebaliknya,” bebernya.

Saat ini, pihaknya telah melakukan persiapan untuk one way arus balik. Jadwal one way arus balik, sesuai rencana akan diberlakukan mulai Jumat (6/5) besok mulai pukul 14.00 sampai 00.00. Berbagai evaluasi one way arus mudik juga telah dilakukan untuk nantinya dalam menghadapi one way arus balik.

“Evaluasinya pada sterilisasi one way. Kondisi kemarin kayak tadi itu agak lama, di jalan itu kan sterilisasi cepat. Kendalanya ya masih banyak kendaraan-kendaraan yang berada di rest area. Padahal seharusnya sudah berangkat,” jelasnya.

Baca juga:  Lebaran, Wali Kota Salatiga Tidak Gelar Open House

Prajudi juga menyampaikan skenario awal, one way arus balik, pelaksanaannya mulai KM 47 ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dan menyambung ke KM 424 GT Kalikangkung. Namun, mengingat adanya kepadatan kendaraan yang signifikan, akhirnya disambung sampai ke Pintu Tol Bawen pada Sabtu (30/4).

“Iya, disambung sampai ke Bawen. Kalau skenario awal (one way arus balik), mulai Kalikangkung. Tapi nanti tergantung evaluasi lapangan. Kalau kondisi lalu lintas cukup padat, bisa jadi diperpanjang sampai GT Banyumanik atau Pintu Tol Bawen. Nanti (koordinasi) dengan pihak kepolisian,” bebernya.

Untuk hal yang paling diwaspadai dalam arus balik, Prajudi mengatakan sama dengan ketika menghadapi arus mudik. Yakni, terjadinya kepadatan kendaraan di ruas jalan tol dalam Kota Semarang, terutama di titik rest area 424 dekat kampus Stikubank.

“Itu yang menjadi salah satu potensi terjadinya antrean. Itu yang perlu kita waspadai, sehingga ketika terjadi arus balik tidak terganggu terlalu lama. Kami sudah siapkan tindakan,” katanya. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya