alexametrics

Keluarga Napi Kirim Lontong dan Opor Ayam ke Lapas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Semarak merayakan Hari Raya Idul Fitri 2022 juga terasa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Selain melaksanakan salat Id, dan kunjungan secara online, narapidana juga mendapat layanan pengiriman barang dan makanan.

Kalapas Kelas I Semarang, Tri Saptono melalui humas, Fajar mengatakan, layanan ini dibuka selama tiga hari. Mulai Senin-Rabu (2-4/5). Dibuka dari jam 09.00-15.00. Ia menjelaskan, sesuai momen, lontong dan opor ayam menjadi makanan kiriman terbanyak.

“Rata-rata mereka bawa opor ayam,” katanya pada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (3/5).

Kali ini, kata dia, tidak dilakukan test food atau icip makanan. Namun pengecekan tetap dilakukan secara matang dan jeli. Bahkan, selain petugas dan staf jaga, pihaknya juga menerjukan 15 CPNS untuk membantu layanan pengecekan makanan.

Baca juga:  Napi Lapas Bulu Rayakan Idul Fitri Bareng Keluarga lewat Video Call

“Enggak dilakukan icip makanan, kita main feeling saja. Kalau ada yang terlihat aneh dan ada indikasi yang mencurigakan ya kita telusuri dulu,” jelasnya.

Dalam hari pertama lebaran, Senin lalu ada 308 napi yang mendapat kiriman makanan. Sedangkan pada hari ke dua ini, ada 245 napi yang dikirim makanan oleh keluarga.

Sementara itu, di Lapas Wanita Bulu pengiriman barang dan makanan hanya dilakukan pada hari 1 dan 2 lebaran, sejak pukul 09.00-12.00. Selama dua hari ini, ada 120 napi yang mendapatkan kiriman makanan.

KPLP Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang Ari Tris Ochta mengatakan ada batasan makanan yang dikirim. Yakni makanan matang, snack kering, kue kering, dan buah-buahan selain durian, rambutan, dan salak.

Baca juga:  Kapasitas Lapas Kedungpane 663 Orang, Sekarang Dihuni 1.698 Napi

“Kalau jenis lain seperti sirup, nata de coco, jelly harus dalam kondisi bersegel,” tuturnya.

Sama seperti Lapas Kedungpane, kue kering dan lontong opor ayam menjadi kiriman terbanyak yang diterima para napi Lapas Wanita Bulu. Namun, tanpa dikirim makanan tersebut menu makan narapidana tempo hari juga lontong dan opor ayam.

Lapas Perempuan Kelas IIA Semarang membuat momen lebaran terasa mirip seperti di rumah.

“Kami berusaha memberikan kesempatan makan bersama dengan menu lebaran lontong opor, menyamakan seperti di rumah,” ujar Kalapas Kristiani Hambawani. (ifa/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya