alexametrics

Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Semarang Tembus Rp 140 Ribu Per Kilogram

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Menjelang lebaran harga daging sapi di Kota Semarang kian melejit. Namun permintaannya justru meningkat. Hal ini terjadi di Pasar Bulu dan Pasar Karangayu.

Siti Khotijah pedagang daging sapi di Pasar Bulu mengatakan harga daging mulai merangkak naik sejak lima hari sebelum puasa. Awalnya Rp 120 ribu per kilogramnya. Sekarang menjadi Rp 140 ribu per kilogram.

“Awalnya hanya naik Rp 5.000, kemudian sekarang sudah Rp 140 ribu per kilogramnya,” jelas Khotijah saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, meski harga naik permintaan daging dari pembeli meningkat hingga 10 persen. Lebih baik dibanding saat pandemi tahun lalu. Sebelumnya Wanita yang sudah berjualan selama 35 tahun ini hanya bisa menjual daging 10 kilogram dalam sehari.

Baca juga:  Penampakan Taman Tugu Muda yang Baru, lebih Tertata dan Berwarna

Menjelang lebaran ini ia bisa menjual 100 kuintal lebih daging sapi. Bahkan sebelum pandemi ia bisa memotong satu hingga dua sapi dalam sehari. Namun saat pedagang berusia 60 tahun ini hanya bisa mengandalkan dari pemasok daging.

“Karena ramainya nggak tentu. Saat ini saya mengambil daging di daerah Penggaron. Jadi sebelum ke pasar saya pergi kesana dulu,” terangnya.

Warsilah juga mengatakan hal senada. Sejak pemerintah mengizinkan mudik. Penjualannya meningkat.
Alhamdulillah sekarang sudah mulai ramai. Sehari saya sudah bisa menjual 30 kilo gram lebih daging sapi,” jelasnya.
Sementara itu, Khayati penjual daging di Pasar Karangayu mengaku senang. Sejak seminggu terakhir dagangannya banyak diburu pembeli.

Baca juga:  Harga Pupuk Tinggi, Petani Padi Beralih Tanam Edamame

“Menjelang lebaran tahun ini penjualan meningkat. Orang-orang pasti masak daging untuk tamu. Walaupun harganya naik pasti dibeli. Langganan saya juga banyak yang nambah untuk persediaan hari raya idul fitri,” pungkasnya.

Ia berharap kondisi penjualan dapat satbil. Namun dengan harga yang normal.“Kalau harganya tinggi, kasihan yang beli. Tapi kalua dari pemasok naik kita juga harus menaikkan harga,” akunya. (cr4/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya