alexametrics

PNS Tak Boleh Terima dan Kirim Parsel

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memberlakukan aturan tegas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang. Yakni larangan menerima ataupun mengirim parsel Lebaran.

Hendi begitu ia disapa, sudah meminta jajarannya untuk tidak mengirim atau menerima parsel. Karena itu bagian dari gratifikasi. Makanya, ASN yang menerima atau mengirim parsel akan langsung dilaporkan ke unit pengendalian gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Teman-teman PNS saya harap tidak lagi kirim-kirim parsel. Percuma, kirim parsel pasti dilaporkan ke KPK unit gratifikasi,” kata Hendi, Senin (25/4).

Ia mengimbau, dari pada mengirimkan parsel, uang pembelian parsel bisa diberikan kepada golongan yang kurang mampu sehingga lebih bermanfaat. Aturan lainnya, Hendi juga melarang ASN memakai mobil dinas saat mudik Lebaran. “Sudah saya turunkan edaran melalui Surat Edaran Wali Kota Semarang nomor B/1975/061/4/2022 tertanggal 22 April 2022,” tegasnya.

Baca juga:  PSIS dan Arema Boyong Skuad Terbaik ke Magelang

Sementara untuk open house, Hendi menegaskan, kegiatan tersebut belum diperbolehkan. Namun Halal Bihalal dengan pembatasan masih boleh dilakukan. Contohnya jika ada makan bersama, sebaiknya diganti dengan memberikan hantaran kepada tamu yang datang.

Silaturahmi tidak dilarang, namun wajib mengedepankan protokol kesehatan. Pasalnya potensi penyebaran Covid-19 masih mengintai. “Artinya tidak boleh makan prasmanan, tapi bisa pakai hampers. Jadi seperti acara pernikahan jadi tidak ribet. Terpenting bertemu saling bermaaf-maafan. Jadi tidak ada acara khusus yang dibuat pascasalat Ied,” tambahnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang Abdul Haris mengatakan, larangan ASN menerima parsel Lebaran dan menggunakan mobil dinas untuk mudik Lebaran sudah menjadi kebijakan pemerintah pusat. Kemudian diturunkan dan diterapkan Pemkot Semarang. “Kalau ada ASN menerima parsel, harus dilaporkan ke Inspektorat lengkap dengan fotonya. Kalau untuk mobil dinas, mestinya ASN mematuhi itu,” tambahnya.

Baca juga:  Rumdin Jadi Rumah Sakit Darurat, Islamic Center Manyaran untuk Isolasi Pasien OTG

Menurut dia, ASN yang melanggar aturan, sambung Haris, akan diberi sanksi oleh Inspektorat. Apalagi masyarakat saat ini peka jika melihat mobil dinas. “Masyarakat ini peka. Mereka memotret mobil dinas yang kemana-mana. Misalnya, kendaraan dinas plat H bisa sampai Kebumen,” sebutnya.

Pada Lebaran 2022 ini, Haris memaparkan, semua ASN Pemkot Semarang mendapatkan cuti bersama dari pemerintah pusat. Setelah itu masuk dan kembali melayani masyarakat pada 9 Mei nanti.

“Kepala OPD harus memberikan pengawasan, kalau tidak masuk tanpa alasan, harus diambil langkah tegas. Nanti ada tim yang sidak kenapa tidak masuk. Itulah yang nanti dikenai langkah-langkah disiplin,” jelasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya