alexametrics

Dua Begal Jalanan Ditembak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dua begal jalanan dilumpuhkan dengan terjangan timah panas oleh anggota Satreskrim Polrestabes Semarang. Kedua pelaku, Dimas Septiyan Putra, 21, warga Pemali IV, Kelurahan Mlatibaru, Semarang Timur, dan Taufik Al Hakim, 27, warga Sawojajar, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat.

Dimas dan Taufik diringkus di kawasan Johar, Kota Semarang, Rabu (20/4) sekitar pukul 13.00. “Keduanya ditangkap di parkiran Pasar Johar,” kata Wakapolrestabes Semarang AKBP Iga Dwi Perbawa di Mapolrestabes Semarang, Jumat (22/4).

Iga menjelaskan, aksi kedua begal itu dilakukan di Jalan MH Thamrin, Semarang, Jumat (3/12/2021) sekitar pukul 00.30 silam. Korbannya Alifiatul Umami, warga Demak yang sedang duduk di atas motor Honda Scoopy bernopol H-6345-BLE.

Baca juga:  Perusahaan Asing Dinilai Lebih Patuh

“Awalnya, kedua pelaku berkumpul sambil minum-minuman keras di suatu tempat. Mereka saling nantang mencari sasaran korban,” jelasnya.

Pelaku lantas keliling mencari sasaran dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R warna hitam bernopol H-3095-NR. Mereka membawa sebilah pisau di rumah Dimas. Pisau itu sebagai bekal agar aksi kejahatannya bisa berjalan dengan lancar.

Setelah berkeliling Semarang, keduanya bertemu korban Alifiatul Umami, warga Demak yang sedang duduk di atas motornya, Honda Scoopy bernopol H-6345-BLE. Dalam kondisi sepi itu, kedua pelaku langsung melancarkan aksinya.

“Kedua pelaku menodongkan pisau dan melakukan perampasan motor serta tas dan handphone milik korban,” katanya.

Korban yang ketakutan, hanya bisa pasrah harta bendanya dibawa kabur pelaku. Pascakejadian itu, korban melaporkan ke Polrestabes Semarang. Dan, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil diringkus. Kaki kiri kedua pelaku terpaksa dibalut perban akibat luka tembak. Bahkan Taufik harus duduk di kursi roda karena sudah tak mampu berjalan.

Baca juga:  Edukasi Prokes Sambil Bagikan Sembako
Istimewa
Istimewa

Pelaku Dimas mengaku, dalam aksinya, dia mendapatkan peran sebagai eksekutor dan menodongkan pisau, kemudian membawa kabur motor korban.

“Peran saya sebagai eksekutor. Korban lari dan motornya ditinggal motor,” jelasnya.

Motor hasil curian itu lantas dijual seharga Rp 6 juta. Hasilnya dibagi dua, dan juga dibuat pestas miras dan happy-happy. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya