alexametrics

Produksi di Sentra Logam KIW, Kampung Bugangan Hanya untuk Display

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Semua perajin logam di Kampung Tematik Logam Bugangan, diharapkan bisa pindah produksi ke Sentra Logam Kawasan Industri Wijaya Kusuma. Sehingga di perkampungan hanya untuk pemasaran atau display.

Hal itu ditekankan saat tim Sekretariat Kabinet bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di Kampung Logam Bugangan, Rabu (20/4). Diketahui, sebanyak 75 persen perajin logam kampung tersebut telah pindah ke Sentra Logam Kawasan Industri Wijaya Kusuma.

“Diharapkan produksinya di sana (Sentra Logam Wijaya Kusuma) dan jualnya bisa di sini (Kampung Bugangan),” tegas Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Dinas Perindustrian Kota Semarang, Agustina Widyastuti.

Baca juga:  Terekam CCTV, Ini Ciri-Ciri Perampok Minimarket di Banyumanik

Menurutnya, relokasi tempat produksi memang diperlukan. Sebab, jika produksi di daerah permukiman akan mengganggu warga sekitar, namun jika menjual di Bugangan tidak masalah. “Di sini kan juga ada show room nya,” tuturnya.

Agustina menambahkan, perlu proses dan tahapan agar perajin logam dapat pindah ke Kawasan Industri Wijaya Kusuma secara keseluruhan. Bahkan butuh waktu tiga sampai empat tahun. “Kita evaluasi lagi dan kita masih mencari cara untuk itu,” katanya.

Pejabat Fungsional Pembina Industri BKM Logam dan Besi, Kemenperin, Feri Setiawan, menjelaskan, monev ini untuk melihat perkembangan industri logam. Selain itu, anjuran presiden tentang semua pengadaan dan pembelian yang menggunakan dana negara harus produk dalam negeri. “Di industri logam itu yang susah di pemasaran, kami coba IKM masuk ke instasi negara, mereka akan lebih membantu,” katanya.

Baca juga:  Patung Bung Karno Sudah Kokoh Berdiri, Giliran Polder Dinormalisasi

Pemasaran yang masiv juga harus diimbangi dengan kualitas produk yang mumpuni. Termasuk harus ber-SNI. “Maka, BKM dapat arahan dari BNSP terkait standar khusus produk yang masuk harus ber-SNI,” katanya. (fgr/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya