alexametrics

Pecah Kepadatan Lalin di Pusat Kota, Perbanyak Rambu dan Petunjuk Jalur Alterantif

Artikel Lain

ADARSEMARANG.ID, SemarangDinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik. Termasuk melengkapi rambu-rambu atau petunjuk di sejumlah titik. Hal itu untuk memudahkan pemudik menghindari kepadatan lalu lintas di jalur kota.

“Kita akan pasang jalur petunjuk arah, batas kecepatan, kondisi geografis. Jalur alternatif ini, kita antisipasi untuk pemudik roda dua, ataupun roda empat,” kata Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto Rabu (20/4).

Ia menjelaskan, ada beberapa jalur alternatif misalanya jalur Kendal – Ungaran melalui Gunungpati. Pengendara dari arah barat yang hendak ke Solo dan sekitarnya bisa melalui jalur Sukorejo – Boja – Gunungpati, hingga tembus ke Ungaran. Sehingga tidak perlu masuk ke pusat kota untuk menghindari penumpukan kendaraan.

Baca juga:  Warga Mulai Berburu Baju Lebaran

“Pemudik jadi bisa memilih tidak lewat pusat kota, bisa lewat jalur alternatif. Dengan begitu kepadatan kendaraan bisa berkurang,” tambahnya.

Endro juga menyoroti potensi keramaian dan kemacetan di pusat perbelanjaan, pusat oleh-oleh, dan pasar tumpah. Misalnya di kawasan Pandanaran, Simpang Lima, dan Pasar Mangkang.

“Atensi prioritas kami di Pasar Mangkang, karena berada di jalan pantura yang menjadi jalur mudik,” sebutnya.

Pihaknya juga akan mendirikan enam pos pantau, yakni pos induk di Tugu Muda, pos DKK Jalan Pandanaran, pos ATCS Dishub, pos Terminal Cangkiran, Pos Terminal Gunungpati, dan Pos Terboyo. Sementara untuk di Terminal Mangkang dan Kalikangkung, personel juga akan disiagakan. Mengingat titik itu manjadi pintu masuk ke Kota Semarang.

Baca juga:  Periksa 55 Saksi, Segera Tetapkan Tersangka 

“Kami juga akan bergabung di Kalikangkung karena itu gerbang utama masuk Semarang. Kami juga menambah personel yang akan melakukan pemantauan secara dinamis,” ucapnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menegaskan, seluruh petugas baik TNI, Polri, Forkopimda, termasuk aparat Pemerintah Kota Semarang harus benar-benar siaga melakukan pengamanan mudik Lebaran tahun ini.

“Diperkirakan ada sekitar 20 juta orang yang akan masuk ke Jawa Tengah, tak terkecuali Kota Semarang. Prediksi itu meningkat dari sebelumnya hanya diperkirakan 8,5 juta orang. Tugas TNI, Polri, pemkot ini luar biasa karena ada potensi kemacetan dan kecelakaan,” ujarnya. (den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya