alexametrics

Penimbunan Solar Bersubsidi Dibongkar

Beli Solar di SPBU dengan Truk Modifikasi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG — Di saat warga kebingungan mendapatkan solar bersubsidi, sebuah perusahaan di Cilacap ini justru melakukan penimbunan. Modusnya, dengan membeli solar di SPBU menggunakan truk yang sudah dimodifikasi. Praktik penimbunan ini berhasil dibongkar aparat Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cilacap dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, Rabu (13/4) lalu. Di lokasi diamankan barang bukti 3.200 liter solar bersubsidi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat petugas mendapatkan laporan adanya truk yang membeli BBM di SPBU kawasan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Rabu (13/4) sekitar pukul 10.30. Truk tersebut tampak serupa dengan truk lainnya yang antre membeli BBM di tempat tersebut.

Baca juga:  Penerbangan ke Jakarta sudah Normal

“Petugas Unit III Tipiter Satreskrim Polres Cilacap kemudian menindaklanjuti pelaporan itu dengan melakukan penyelidikan. Akhirnya, berhasil diamankan sebuah truk yang dikendarai para pelaku, dan sudah terisi 1000 liter BBM solar bersubsidi,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (15/4).

Setelah dilakukan pengecekan, ternyata kapasitas tangki BBM truk yang dimaksud tidak sewajarnya alias telah dimodifikasi yang diduga sengaja untuk melakukan kecurangan. Sehingga kapasitasnya melampaui batas, mencapai lebih dari 1000 liter.

“Modusnya, di bak kayu ini terdapat empat kempu (penampung) yang ditutupi terpal. Lalu dimodifikasi dengan menambahkan mesin dinamo untuk memompa solar dari tangki truk saat dilakukan pengisian,” bebernya.

Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan sopir truk berinisial A, 37, warga Cilacap. Sopir tersebut digelandang ke Mapolres Cilacap untuk dimintai keterangan guna penyelidikan lebih lanjut. Akhirnya, diketahui adanya gudang penyimpanan BBM milik perusahaan berinisial PT S di Cilacap.

Baca juga:  Kejari Tagih 3.906 Penunggak PBB

“Di dalam gudang perusahaan tersebut, kami menemukan 40 unit kempu kapasitas 1.000 liter. Dua di antaranya dalam kondisi terisi penuh, dan satu kempu berisi sekitar 200 liter. Total 2.200 liter,” jelasnya.

Selain A, petugas juga mengamankan R, 35, yang berada di gudang tersebut. Saat ini, pihaknya bersama aparat Reskrim Polres Cilacap berkoordinasi untuk mengembangkan kasus ini, serta menyelidiki alur penggunaan solar bersubsidi tersebut.

Dikatakan, barang bukti lain yang diamankan adalah satu truk yang sudah dimodifikasi, dengan mesin dinamo, solar subsisi 1000 liter, serta empat kempu. Juga satu tangki warna biru ukuran 8.000 liter dalam kondisi kosong, dan dua pompa air berikut selangnya.

Baca juga:  Terdampak Longsor, Tembok Rumah Warga Kalilangse Ambrol

“Total solar bersubsidi yang diamankan 3.200 liter. Kami juga berkoordinasi dengan kejaksaan setempat. Semoga segera tuntas, dan bisa dimejahijaukan dalam waktu dekat,” katanya.

Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol M Iqbal Alqudusy menambahkan, jajaran Polda Jateng terus memonitor ketersediaan BBM di masyarakat, termasuk alur distribusinya.

“Alur distribusi BBM kita monitor dan kita kawal ketersediaannya. Setiap pelanggaran pasti ditindak tegas. Apabila sudah clear penyidikan kasus ini, hasilnya akan digelar ke publik,” janjinya.

Atas perbuatannya, lanjut Iqbal, para pelaku akan dijerat pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara serta denda maksimal Rp 60 miliar. (mha/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya