alexametrics

Semarang Punya 841 Titik Parkir Resmi Tepi Jalan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penerapan parkir elektronik atau e-parkir di Kota Semarang terus ditambah. Mulai pekan depan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang bakal menambah 70 titik parkir di sejumlah jalan protokol. Antara lain, di Jalan MH Thamrin, Jalan Gajah Mada, Jalan Suyudi, Jalan Batan Selatan, dan Kawasan Pecinan. Dishub mencatat, ada 841 titik parkir resmi tepi jalan di Kota Semarang. Sebanyak 117 titik di antaranya telah menerapkan parkir elektronik

“Sudah seperdelapan dari 841 titik parkir resmi tepi jalan atau 117 titik yang menerapkan parkir elektronik. Pekan depan kita tambah 70 titik baru, karena dianggap berjalan dengan baik, dan mendapatkan sambutan dari masyarakat melalui Lapor Hendi dan kanal lainnya,” kata Kepala Dishub Kota Semarang Endro P Martanto melalui Kabid Parkir Joko Santosa, Kamis (14/4).

Baca juga:  Kak Seto Desak PN Semarang Beri Putusan Maksimal untuk Terdakwa Pelecehan Seksual

Dishub, lanjut Joko, menggandeng OPD lainnya. Misalnya, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membuat dan menyiapkan marka parkir. Lalu petugas Dishub bidang lalu lintas mulai menentukan titik-titik yang akan dipasang rambu parkir elektronik.

“Pelatihan dan sosialisasi kepada juru parkir sudah kita lakukan pekan lalu. Sosialisasi kepada masyarakat juga sudah kita lakukan,” tuturnya.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan akan muncul titik-titik baru di sepanjang jalan yang sudah diterapkan parkir elektronik. Selain itu, pihaknya juga telah mengidentifikasi titik parkir di pusat keramaian baru. Misalnya, di Kawasan Ngaliyan, Mijen, Banyumanik, Tembalang, dan lainnya.

“Penambahan titik pasti ada. Karena kita melihat potensi keramaian baru. Misalnya, di Ngaliyan, Mijen, Banyumanik, dan Tembalang yang selama ini kita rasa belum maksimal,” jelasnya.

Baca juga:  Kukuh, Teguh, Tangguh, Bikin Korona Lumpuh 

Joko mengaku rutin melakukan evaluasi penerapan parkir elektronik yang sudah berjalan. Menurutnya, tanggapan masyarakat sangat bagus, dan meminta agar diperluas. Dari sisi juru parkir, pun mereka mendukung, karena lebih mudah memantau pendapatan setiap hari, dan bisa memiliki tabungan.

“Kendalanya masih ada masyarakat yang belum punya sistem pembayaran e-wallet atau dompet digital. Namun secara keseluruhan berjalan lancar. Kami juga sebar tim pengawas yang dibekali e-wallet dan jukir pun sudah punya. Harapannya, bisa membantu masyarakat yang kesulitan,” tuturnya.

Pihaknya juga menyiapkan posko penerapan parkir elektronik di Bubakan. Jika terdapat kendala atau dijumpai jukir nakal akan segera diselesaikan di posko. Namun sampai saat ini belum ditemukan oknum jukir nakal.

Baca juga:  Pemkot Semarang Kembali Buka 34 Sentra Vaksinasi

“Terkait jumlah atau target transaksi pasti ada, tapi target itu kita sesuaikan dengan potensi ruas jalan yang ada,” katanya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya