alexametrics

Emak-Emak Turun ke Jalan, Ikut Demo Mahasiswa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dua ibu rumah tangga asal Peterongan mengikuti aksi demontrasi bersama ribuan mahasiswa dan buruh di depan Kantor Gubernur Jateng, Rabu (13/4). Keduanya dengan sukarela meluangkan waktu memberikan dukungan untuk aksi tersebut sekaligus menyuarakan aspirasi.

Sari dan Meni bersiap dengan baik untuk ikut berunjuk rasa. Diantara ribuan manusia yang duduk di sepanjang Jalan Pahlawan menyimak orator, keduanya berdiri tepat di belakang mobil komando aksi.

Meni memakai topi, jaket coklat, dan sarung tangan pengendara motor. Sedangkan sari berkaos hitam dengan tas coklat yang dikaitkan ke depan dada. Mereka sama-sama tertib menggunakan masker dan antusias menyimak orasi. Saat ditanya koran ini apakah bagian dari buruh, mereka berkata tidak.

“Kami dengar anak-anak mau demo, kami segera nyusul habis salat Ashar,” ujar Meni kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Meni merupaka pelaku UMKM penjual kantin sekolan di SMK MAN 1 Semarang. Ia sangat menyesalkan kenaikan harga minyak goreng yang bahkan menjadi langka saat ini. Sebagai ibu rumah tangga pun mengeluhkan harga bahan pokok yang terus melonjak akhir-akhir ini.

Baca juga:  28 Orang Lolos Seleksi Administrasi Calon Pimpinan Baznas Jateng

“Kita maklum kalau lebaran harga bahan pokok naik, tapi kali ini naiknya nggak masuk akal, nggak bisa dimaklumi lagi, Mbak,” keluh Sari.

Dikatakan, kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok tak sebanding dengan kenaikan upah suaminya yang maksimal hanya Rp35.000 saja. kondisi tersebut mempersulit perekonomian keluarga. Hal itulah yang mendorong keduanya untuk terjun langsung bersama pahasiswa mengekspresikan kesulitan yang dialaminya.

“Kita sangat apresiasi anak-anak muda yang mau peduli pada kesusahan yang kita alami seperti ini, kalau sejatinya mahasiswa nggak cuma belajar tapi paham isu sosial gini. Kita menaruh harapan besar kepada mereka,” imbuh Meni.

Aksi dimulai tepat pukul 15.00. Ribuan mahasiswa memarkirkan motornya di Taman Budaya Raden Saleh. Kemudian melakukan long march dengan berjalan kaki ke Jalan Pahlawan. Ratusan polisi mengamankan jalanan dan mengatur lalu lintas sepanjang aksi berlangsung.

Baca juga:  WPS Sunan Kuning Idap Penyakit Menular

Peserta aksi yang mengenakan alamater kampus masing-masing dengan tertib berjalan sambil mengibarkan bendera identitas organisasinya. Terlihat sebagian mahasiswa membawa bendera kuning lelayu bertuliskan “la ilaha illaallah.”

Saat Jawa Pos Radar Semarang tanya, bendera tersebut melambangkan matinya keadilan di negeri yang dipercaya menjunjung tinggi demokrasi. Dibuktikan dengan rentetan kejadian yang terjadi sejak demokrasi dikorupsi 2019 silam hingga berbagai konflik yang belum usai saat ini.

Salah seorang orator dari presma Untidar Magelang ikut angkat bicara. Diceritakan, sebelum berangkat aksi ia dipesani ibunya untuk ikut berjuang menurunkan harga minyak. Mahasiswa dari UIN walisongo, Undip, Unimus, Polines, Unisula, Unwahas, Untidar, dan lainnya menyimak sembari duduk.

Aksi berjalan damai. Sekitar 40 perwakilan buruh dari empat federasi juga hadir. Sekjen KSPI Aulia Hakim menegaskan jelang lebaran agar pemerintah membayar THR secara utuh dan menindak tegas bagi perusahaan yang melanggar. Pasalnya tahun lalu kebijakan yang melonggarkan pembayaran THR justru disalahgunakan oleh banyak perusahaan.

Baca juga:  Pemkot Harap Mahasiswa Aktif Membangun Kota Semarang

“Kebijakan cicil THR di tahun lalu jangan sampai terulang, karena sampai sekarang ada yang belum menerima THR tahun lalu sepeser pun,” ungkapnya.

Lebih lanjut, peserta aksi menuntut pemerintah untuk menunda pemindahan ibukota lanatara krisis ekonomi yang tengah terjadi. Mereka juga menolak wacana penundaan pemilu maupun Jokowi tiga periode. Kemudian, pemerintah untuk menyetabilkan kesediaan pasokan BMM dalam negeri.

“Cabut omnibuslaw, hentikan pembangunan yang mengabaikan dampak pada kerusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup rakyat dengan dalih kepentingan umum dan relokasi industri ke Jawa Tengah,” pungkas Koordinator Aksi Mun’im.

Aksi berlangsung hingga waktu buka puasa. Pihak polda Jateng menyiapkan kurma dan teh untuk ribuan peserta aksi di Jalan Pahlawan. (taf/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya