alexametrics

Antrean Haji Kota Semarang Capai 32 Tahun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang — Pemerintah Arab Saudi akhirnya membuka kran haji untuk jamaah domestik maupun asing. Kuotanya hanya 40 persen dari kondisi saat normal, yakni sebanyak satu juta jamaah haji. Kendati demikian, ada persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh calon jamaah haji.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Semarang Mawardi mengatakan, kebijakan turunan terkait pelaksanaan ibadah haji masih menunggu. Yang jelas, ada dua persyaratan khusus yang tidak boleh diabaikan. Pertama, calon jamaah haji berusia di bawah 65 tahun dan telah menerima vaksin booster. Kedua, menyerahkan tes PCR negatif dalam waktu 72 jam sebelum pemberangkatan.

Dijelaskan, keputusan pemberangkatan haji usia di bawah 65 tahun mempertimbangkan faktor kesehatan. Khususnya kepada para jamaah haji yang tidak rentan terpapar Covid-19.

Baca juga:  Ketika Pekerja Muda Pertamina Diminta Mengajar, Apa yang Terjadi?

Diakuinya, walaupun Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sudah membuka kuota satu juta calon jamaah haji, namun belum spesifik menyebutkan berapa persentase antara jamaah domestik maupun asing. Oleh karena itu, belum ada angka yang pasti berapa kuota calon jamaah haji di masing-masing negara.

“Kalau kuota sudah turun, maka pemerintah Indonesia akan mengatur regulasi. Dan itu nanti ada proses verifikasi melalui sistem,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/4).

Biasanya, kata dia, masing-masing provinsi akan diberikan jumlah kuota jamaah haji. Kemudian nanti akan dilimpahkan ke kota dan kabupaten. Jumlah masing-masing daerah pun berbeda tergantung persentase pendaftaran.

“Misalnya dulu Jawa Tengah kuotanya 29.000 orang, sekarang hanya 14.000 orang. Jumlah itu nanti dibagi ke kota dan kabupaten. Perkiraan kuota haji Kota Semarang sekitar 800-1000 orang,” terangnya.

Baca juga:  Brio vs Viar, Satu Tewas

Hingga saat ini, kata dia, antrean jamaah haji di Kota Semarang mencapai 50.000 orang. Dengan masa tunggu sekitar 32 tahun setelah mendaftar. Dari jumlah tersebut juga didominasi oleh calon jamaah haji yang berusia 65 tahun ke atas.

“Jika kuota sudah jelas, nanti akan kita verifikasi secara bertahap siapa yang memenuhi persyaratan untuk berangkat haji,” katanya.

Mawardi mengungkapkan, setidaknya sudah ada 1.750 calon jamaah haji yang sudah melakukan tahap pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih). Dari jumlah itu, nanti juga akan diverifikasi lagi. Yaitu, usia yang di bawah 65 tahun. Kemudian memprioritaskan urutan jamaah yang lebih awal.

“Secara sistem dari pusat pun sudah terverifikasi. Namun terkait dokumen berupa berkas, paspor, dan lainnya  masih kita petakan lagi,” tuturnya.

Baca juga:  Wartawan Kedepankan Hati Nurani dan Kejujuran

Pihaknya juga tengah melakukan berbagai persiapan jika nanti sudah ada kejelasan terkait kuota haji Kota Semarang. Mulai penuntasan vaksinasi calon jamaah haji yang sudah melakukan pelunasan hingga mencari data paspor yang sudah expired untuk diperpanjang. Selain itu, juga terdapat vaksin meningitis yang hanya berlaku selama satu tahun, serta menyesuaikan vaksinasi Covid-19 yang diakui Kementerian Kesehatan Arab Saudi. (cr3/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya