alexametrics

Antrean Migor Mengular, 50 Orang Tak Kebagian

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Sebanyak 4,5 ton minyak goreng (migor) curah dari distributor minyak CV Sawit Juara dijual dengan harga Rp 14.500 per kilogram Kamis (7/4).

Yakni pedagang di Pasar Bulu sebanyak 2,5 ton dan pedagang di Pasar Gayamsari sebanyak 2 ton. Namun masing-masing pedagang dibatasi membeli 10 kilogram dan 20 kilogram. Bahkan, 50 pedagang tidak kebagian.

Operasi Pasar (OP) migor di Pasar Bulu dilakukan pukul 10.00 sampai 12.00. Ratusan pedagang mengular di depan area Pasar Bulu. Mereka terlihat berdesak-desakan sambil membawa jeriken.

Pada antrean awal, masing-masing pedagang dapat membeli 20 jeriken. Namun, di tengah antrean sempat ricuh, karena stok menipis. Petugas pun mengumumkan bahwa pedagang hanya boleh beli 10 kilogram saja. Di akhir antrean, sekitar 50 pedagang merasa kecewa karena tidak dapat membeli setetes migor pun.

Baca juga:  Bandara Dilengkapi Ruang Bertekanan Udara Negatif

Salah satu pedagang, Tatik, pedagang Pasar Bulu berupaya untuk mendapatkan bagian migor. “Saya dapat 20 kilogram. Saya dari pukul 07.00 mengantre. Karena yang operasi minyak goreng pertama dulu, saya tidak dapat,” katanya.

Pedagang lain, Jakino, 69, mengaku hanya dapat membeli 10 kilogram saja. “Tadi ada 20 kilogram. Lha ini mau habis, ya sudah seadanya saja. Tadi dari pukul 08.00, mas,” katanya.

Berbeda dengan Suyadi, 70, ia sangat kecewa karena tidak mendapatkan migor lantaran kehabisan. “Seharusnya tadi rata 10 kilogram atau 5 kilogram biar kebagian semua. Lha ini saya dari pukul 08.00 mengantre malah tidak dapat,” katanya.

Distributor dari CV Sawit Juara Tommy Adityamandala menjelaskan, pihaknya mendistribusikan migor curah ke dua pasar, dengan harga Rp 14.500. Sebelumnya, pendistribusian migor dipusatkan di Jalan Dargo dan Jalan Peres 70. “Iini program dari Disperindag, ya kami ikut pemerintah,” katanya.

Baca juga:  Siapkan Rp 200 Juta untuk Perubahan Landmark Simpang Lima

Sie Stabilitasi Harga Dinas Perdagangan Kota Semarang Nyaminik menjelaskan, pedagang dapat menjual ke masyarakat seharga Rp 15.200. “Tugas kami pengadaan minyak goreng kepada masyarakat. Semoga ke depan tak ada kelangkaan minyak goreng,” jelasnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya