alexametrics

BI Jateng Sediakan Uang Pecahan Rp 22,7 Triliun

Artikel Lain

Sediakan 425 Titik Layanan Penukaran Uang selama Ramadan 2022

RADARSEMARANG.ID, Semarang-Bank Indonesia (BI) Jateng kembali membuka layanan penukaran uang tunai untuk periode Ramadan dan Lebaran 2022 di wilayah Jateng-DIY. Masa penukarannya mulai Senin (4/4) kemarin hingga Jumat (29/4) mendatang. Dalam hal ini, BI menyediakan sebanyak 22,7 triliun uang rupiah dengan berbagai pecahan.

Hal tersebut disampaikan dalam acara Direktur–Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng Rahmat Dwi Saputra dalam Kick Of Serambi Ramadan 2022 di kantor BI Jateng, Jalan Imam Barjo Semarang Senin (4/4) kemarin. Acara Kick Of Serambi (Semarang Ramadan dalam Merawat Rupiah dan Berbelanja Bijak) ini merupakan rangkaian acara setelah digelar di kantor pusat BI Jakarta.

Acara tersebut dihadiri Regional Operations Head Bank Mandiri Region VII/Jawa 2 Nur Iwan Soeyanto, Kepala Kanwil II BCA Semarang Gunawan Prayoga, Kepala Kanwil BTN Semarang Roni Subagio, Regional Operations Head BRI Kanwil Semarang Aria Witjaksana, Kepala Cabang Utama Bank Jateng Agus Susanto, dan Wakil Pemimpin Wilayah Operasional BNI Nur Azmi.

Baca juga:  Kinerja Keuangan BPR Arto Moro Memuaskan

“Ramadan dan Lebaran tahun 2022 ini, kami menyiapkan uang tunai sebesar Rp 22,7 triliun atau naik 2,19 triliun di banding tahun 2021 lalu. Meski begitu khusus untuk Kota Semarang kami menyediakan Rp 6,3 triliun atau turun 10 persen sekitar Rp 726 miliar. Mudah-mudahan ini cukup untuk kebutuhan masyarakat dalam melakukan penukaran uang,” katanya.

Untuk menyukseskan layanan penukaran uang ini, jelasnya, BI Jateng-DIY melakukan kerjasama dengan 56 perbankan dengan 425 titik layanan penukaran uang. Khusus untuk BI Jateng untuk wilayah Kota Semarang ada 81 titik layanan penukaran uang. “Kami berharap seluruh perbankan di Jateng-DY memberikan pelayanan penukaran uang kepada seluruh masyarakat, baik kepada nasabah maupun non nasabah perbankan tersebut,” katanya.

Pihaknya berharap, masyarakat tidak melakukan penukaran uang melalui perantara, karena ada risiko tidak adanya jaminan ketepatan jumlah uang, rawan peredaran uang palsu, dan ada biaya penukaran uang. “Kami harapkan meningkatkan kecintaan Indonesia melalui rupiah, yakni merawat dan menjaga rupiah secara baik,” tandasnya.

Baca juga:  Angka Kesembuhan Covid-19 Jateng Tertinggi Nasional

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Rahmat mengatakan, acara Kick Off Serambi Ramadan tersebut untuk memastikan tiga langkah strategis BI selama Ramadan dan Idul Fitri 1443 Hijriyah. Di antaranya, memastikan pembayaran nasional dalam memfasilitasi kegiatan perekonomian, menyediakan uang layak edar, memberikan pelayanan penukaran uang selama Ramadan, mendorong masyarakat menggunakan pembayaran non tunai di antaranya melalui QRIS, uang elektronik, BI Fast, dan digital bangking. “Ini untuk meminimalisasi kontak fisik selama pandemi Covid-19,” tandasnya.

Selain itu, BI juga memastikan layanan keberlangsungan sistem pembayaran tunai maupun non tunai. Di antaranya melalui Sistem Bank Indonesia-Electronic Trading Platform (BI-ETP), Bank Indonesia-Scripless Securities Settlement System (BI-S4), RTGS, dan SKN BI yang akan tetap beroperasi kecuali hari libur tanggal 2-3 Mei 2022. “Sedangkan BI Fast akan tetap beroperasi meski libur, karena pelayanannya sudah didesain 24 jam non stop,” katanya.

Baca juga:  'Sopir Artis' Truk Oleng Diburu Youtuber

Dalam kesempatan tersebut juga dijelaskan, selama periode 2021 – 2022, ada peningkatan aktivitas perekonomian di Jateng, seiring landainya pandemi Covid-19, ada kenaikan arus uang keluar dari depot BI khususnya wilayah Jateng, meliputi BI Jateng, BI Solo, BI Tegal, dan BI Jogjakarta. Yakni pada triwulan pertama tahun 2022 sebesar Rp 13,2 triliun atau naik 30 persen sekitar Rp 3 triliun dibanding triwulan pertama tahun 2021.

Pihaknya menilai, transaksi uang kartal antarbank juga telah mencukupi kebutuhan masyarakat. Hal itu tercermin dari arus uang masuk kembali ke BI Jateng sebesar Rp 23,7 triliun pada triwulan pertama tahun 2022. Jumlah ini turun sebesar Rp 29,6 triliun setara 56 persen dibanding triwulan pertama tahun 2021.

Terkait keberhasilan BI melakukan sosialisasi dalam merawat dan menjaga uang rupiah, tercermin dalam uang tak layak edar saat ini menjadi Rp 5,67 triliun, turun Rp 1,8 triliun atau 25 persen dibanding triwulan pertama tahun 2021. (ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya