alexametrics

Tanpa Arak-Arakan, Dugderan Tetap Meriah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meskipun tak menggelar arak-arak karena pandemi Covid-19, ternyata dugderan menyambut datangnya bulan Ramadan 1443 Hijriah kali ini jauh lebih meriah. Ratusan warga dari berbagai penjuru kota maupun luar kota berbondong-bondong datang ke tepi halaman Balaikota Semarang Kamis (31/1) siang.

Ratusan warga dari berbagai penjuru kota maupun luar kota berbondong-bondong datang ke tepi halaman Balaikota Semarang. Hanya ingin mangayubagyo sekaligus menyaksikan tarian Semarang, parade defile, marching band dari Akademi Maritim Nasional Indonesia (AMNI) Semarang, serta pertunjukan barongsai.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menabuh bedug sebagai tanda akan dimulainya bulan Ramadan di Balai Kota Semarang. Setelah itu, Hendi -begitu akrab disapa- turun dari mimbar dan mengalungkan selendang ke leher robot warak ngendok.

Baca juga:  Sembilan Rumah Aspol Akan Dikosongkan

Alhamdulillah, walaupun digelar tanpa arak-arakan, tapi sudah ada kemeriahan. Intinya tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes),” kata Hendi usai prosesi dugderan.

Beberapa kegiatan besar di Ibu Kota Jateng, lanjut dia, juga diselenggarakan dengan prokes ketat. Hendi menekankan kepada masyarakat agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik dan khusyuk. Ibadah salat tarawih pun bisa digelar di masjid dengan kapasitas maksimal 75 persen. “Saya minta kepada warga yang tidak menjalankan puasa ataupun yang menjalankan, tetap saling menghormati dan memiliki tenggang rasa,” paparnya.

Hendi meminta tidak perlu ada sweeping tempat makan atau restoran. Intinya saling menghormati antarumat beragama. Sementara terkait stok ataupun pasokan sembako, menurut Hendi masih aman dan harganya pun tidak melambung tinggi. “Dinas terkait nanti akan melakukan pemantauan agar stok dan harga di pasaran tetap terjaga,” tambahnya.

Baca juga:  Hendak Berangkat ke Ponpes Gontor, Ratusan Santri Jalani Swab Antigen

Meski berada di PPKM Level 2, lanjut Hendi, sejumlah indikator sebenarnya Semarang bisa masuk dalam level 1. Namun Pemkot Semarang masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang akan diumumkan pada 4 April mendatang. “Tiga hari terakhir, indikator di Semarang masuk ke level 1. Kita tunggu saja 4 April nanti,” pungkasnya.

Setelah melakukan prosesi dugderan di Balai Kota Semarang, Hendi bersama jajaran Forkopimda dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) kemudian melanjutkan prosesi dugderan di Masjid Agung Semarang (MAS). Di masjid ini, dilakukan penyerahan Suhuf Halaqoh dari alim ulama Masjid Agung Kauman kepada Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat yang diperankan Hendi.

Prosesi selanjutnya kemudian menyiarkan datangnya Ramadan, dilanjutkan dengan pemukulan bedug. Selepas Ashar, Hendi bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). (den/ida)

Baca juga:  PSIS vs PSM : Tren Positif vs Tren Negatif

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya