alexametrics

PGRI Dukung Guru untuk Menjadi Wakil Rakyat

Artikel Lain

RADASEMARANG.ID, Semarang – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendukung dan membuka pintu selebar-lebarnya untuk para guru berkarir di dunia politik dan pemerintahan.

Hal itu dilakukan untuk menopang kelanjutan pendidikan kedepan khususnya memberikan jembatan aspirasi dari para guru.

“Ini merupakan salah satu wacana kita kedepan. Bagi yang mau dan punya potensi kita dukung penuh,” kata Sekjen Pengurus Besar PGRI H Ali Rahim kepada Radar Semarang dalam Konferensi Kerja Provinsi III PGRI Provinsi Jawa Tengah di Universitas PGRI Semarang, kemarin (30/3).

Menurutnya, persoalan pendidikan yang muncul akan mudah ditangani jika banyak orang yang paham pendidikan mengisi pos-pos pemerintahan. “Bagi kader dan teman-teman yang sudah pensiun dan tidak menyatakan mundur kita dorong untuk menjadi wakil,” ujarnya.

Baca juga:  Dikira Ledakan Ban, Ternyata Bom

Ali mengukui, saat ini PGRI sangat membutuhkan wakil atau dewan. Dengan harapan, aspirasi yang datang dari masyarakat terkait persoalan pendidikan dapat segera ditindak lanjut.

Sebab, menurut dia, mereka sudah punya basic kependidikan. Selain menetapkan program untuk mendukung pemerintahan, juga memiliki sensitivitas terhadap persoalan pendidikan. “Aspirasi ditindak lanjut berupa pengambilan kebijakan itu yang kita harapkan. Tidak buntu gitu lo,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Jawa Tengah Muhdi mengatakan, momentum Konkerprov III ini merupakan salah satu langkah strategis PGRI. Selain berupaya masuk ke lembaga legislatif negara, para guru juga dituntut untuk cepat beradaptasi terhadap perubahan yang muncul.

Salah satunya adalah bentuk transformasi yang banyak diarahkan ke digital. “Seperti dalam Konkernas kemarin kita sudah launching transformasi PGRI. Selain digital, pengembangan keprofesian juga sangat penting,” ucapnya.

Baca juga:  22 Pejabat Harus Dukung Akselerasi PEN

Dirinya juga mendorong para guru untuk semakin mandiri, berdaya, tidak bergantung dengan siapapun. Mengubah sesuatu yang tidak kebendaan menjadi kebendaan yang punya nilai manfaat. “Misalnya mendirikan sekolah, rumah sakit, membuat diklat dan pelatihan,” pungkasnya. (cr3/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya