alexametrics

Pola Didik Anak Jadi Perhatian Serius

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Komitmen mewujudkan sekolah ramah anak dengan deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak Non Formal diwujudkan di Kota Semarang. Deklarasi ini digelar di situation room balai kota, kemarin (25/3).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang Ulfi Imran Basuki menyampaikan, deklarasi Sekolah Ramah Anak tersebut sebagai komitmen sekolah dalam pemenuhan hak dan perlindungan khusus bagi anak di sekolah, serta untuk mempercepat capaian predikat evaluasi Kota Layak Anak kategori utama Kota Semarang.

“Deklarasi ini terdiri atas Pos Paud sejumlah 263, Kelompok Bermain sebanyak 286, Tempat Penitipan Anak sebanyak 30, Kejar paket A, B dan C ada 102. Jadi, totalnya ada 680 peserta,” ungkapnya.

Baca juga:  Hendi Rintis Kawasan Wisata Aglomerasi Semarang Raya

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, banyak pemberitaan di mana para ibu mendidik anak dengan keras hingga membuat anak tersebut luka, bahkan meregang nyawa.

“Ini menjadi perhatian serius kita. Artinya, pola pembelajaran untuk adik-adik kita ini kadang-kadang masih belum dipahami oleh orang tua. Lingkungan di sekitar kita harus dijadikan ramah anak,” ujar wali kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini.

Dengan diadakan deklarasi masal, maka semua satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Semarang sudah menyatakan diri berkomitmen untuk mewujudkan dan mengembangkan Sekolah Ramah Anak.

“Jadikan sekolah ini sebagai rumah keduanya anak. Jangan jadikan sekolah ini sebagai tempat mengerikan. Saya pastikan jika seperti itu, anak-anak tidak akan berkembang di sekolah,” tuturnya.

Baca juga:  Ngeyel Rayakan Tahun Baru, Tempat Hiburan akan Disegel

Hendi mengucapkan terima kasih pada Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Bunda Paud yang kemarin mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak.

“Menurut catatan kami yang ada di Dinas Pendidikan, untuk sekolah ramah anak di tingkat SD, SMP, SMA, SMK, SLB Insya’Allah clear. Semuanya sudah mendeklarasikan dan sekolahnya menjadi setara,” terangnya.

Hendi juga menyampaikan harapannya agar deklarasi ini menjadi berkah semuanya. “Ini menjadi perkembangan kita, adik-adik kita ke depan jadi lebih baik, dan Insya’ Allah Semarang Hebat, Jateng Gayeng, Indonesia Maju,” katanya.

Hendi menekankan masih adanya PR yang mungkin bisa dikomunikasikan dengan Kementerian Agama, yakni di RA, MI, MTs dan MA.”Jadi mereka rata-rata belum 100 persen menjadi sekolah ramah anak. Mungkin bisa diintensifkan komunikasi agar adik-adik kita yang ada di Kota Semarang ini benar-benar mendapatkan pola pengasuhan yang paling pas untuk perkembangan mereka,” harapnya. (den/aro)

Baca juga:  Mangkrak, TPI Mangkang Bakal Dihidupkan Kembali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya