alexametrics

Kota Semarang Sudah Punya 117 Titik Parkir Elektronik, Ini Daftarnya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang kembali menambah dua ruas jalan yang diterapkan parkir elektronik mulai Senin (28/9) mendatang. Kedua ruas jalan tersebut adalah Jalan Depok dan Jalan KH Wahid Hasyim sebanyak 35 titik.

Selain itu, parkir elektronik juga akan diterapkan di Jalan KH Agus Salim mulai dari perempatan Pekojan, serta Jalan Pemuda mulai ujung Jalan KH Agus Salim hingga traffic light Jalan Tanjung.

“Total yang kita tambah sebanyak 35 titik. Pelatihan kepada juru parkir (jukir) juga telah kita lakukan,” kata Kepala Dishub Kota Semarang Endro P Martanto melalui Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang Joko Santosa, Rabu (23/3).

Joko menyebut hingga saat ini sudah ada 82 titik yang sudah diberlakukan parkir elektronik. Menyusul 35 titik tambahan, maka akan ada 117 titik penerapan parkir elektronik. Terkait sarana dan prasarana misalnya rambu dan marka jalan, pun telah disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang.

Baca juga:  Hendi Persilakan Pelanggan Cicil Tagihan PDAM

“Saat ini, jukir sudah mulai mudeng saat kita beri latihan, karena mereka mungkin belajar kepada jukir lainnya. Bahkan dari sisi pendapatan jukir pun lebih jelas,” tuturnya.

Dinas Perhubungan Kota Semarang memasang rambu khusus sebagai tanda penerapan titik parkir elektronik. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Setelah pelatihan, lanjut Joko, para jukir langsung praktik lapangan menggunakan parkir elektronik setiap harinya dengan tarif Rp 1 untuk sepeda motor, Rp 2 untuk mobil dan Rp 3 untuk truk. “Biar lancar mereka langsung praktik dengan tarif khusus tadi, sehingga tidak kaget,” tambahnya.

Sebulan lebih diterapkan parkit elektronik, lanjut Joko, peningkatan pendapatan sudah mulai terlihat. Ia mencontohkan kawasan Jalan MT Haryono atau Mataram, peningkatan pemasukan retribusi parkir yang diterima lebih dari 100 persen.

 

“Ini juga untuk menekan kebocoran, transaksi bisa kita pantau langsung. Kalau jukir nakal sejauh ini tidak ada,” tuturnya.

Baca juga:  106 Orang Terjangkit DBD, Mijen Tertinggi

Dishub, kata dia, tetap melakukan pendampingan dan pemantauan secara langsung di lapangan. Terlebih jika ada pengguna kendaraan yang belum memiliki transaksi non tunai atau e-wallet.

Joko menyebut, ciri jukir resmi parkir elektronik sudah mendapat surat tugas dari Dishub Kota Semarang. Serta menggunakan kartu identitas, memiliki kode QRIS, berseragam Batik Semarangan dan menggunakan udeng.

“Ke depan mungkin kita perluas pakai e-money, namun harus izin ke Bank Indonesia dulu, dan koordinasi dengan perbankan. Sementara kita pakai QRIS ini dulu paling tidak dilancarkan dulu, baru kita bisa memikirkan ke arah e-money,” terangnya.

Rencananya, April nanti, tambah Joko, juga akan dilakukan penambahan titik parkir elektronik di sepanjang Jalan MH Thamrin, Jalan Gajah Mada, dan Jalan Pekojan hingga ke arah Wotgandul.

Baca juga:  Polisi Amankan Barang-Barang Milik Bandar Arisan Online yang Bawa Kabur Uang Member

“Bulan depan kita tambah lagi, sebelumnya tentu akan ada pelatihan dan persiapan sarana dan prasarana,” katanya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya