alexametrics

150 Ribu Pengunjung dari Virtual Tour

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dengan menggelar pameran virtual, Museum Ranggowarsito mampu meraup kurang lebih 150.000 pengunjung dalam setahun. Pasalnya kunjungan fisik sempat dilarang dan museum tutup sementara saat pandemi. Sehingga virtual tour menjadi satu-satunya opsi.

Kepala Museum Ronggowarsito Djoko N Witjaksono mengatakan, museum di Jateng termasuk terbesar dan memiliki koleksi terbanyak di Indonesia. Di sana menyimpan enam warisan budaya local yang diakui UNESCO. Seperti situs manusia purba, arca candi Borobudur dan prambanan, batik, dan keris. “Kadang masih ada yang menganggap museum itu kuburan barang rongsokan,” ujar Djoko kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurutnya, lantaran nilai sejarah yang kurang diminati masyarakat, terkesan kuno dan usang. Oleh karena itu, pihaknya melakukan digitalisasi museum. Ia membangun sistem digital terpusat, baik untuk tour virtual maupun kunjungan fisik.

Baca juga:  Tiap Hari Siapkan 6-10 Liang Kubur

Dengan inovasi tersebut, pengunjung dari segala penjuru daerah dapat melihat berbagai koleksi di Museum Ronggowarsito. Tempat itu pun ramai dibanjiri pengunjung virtual. Beragam usia mencoba menengok isi museum. Namun pengunjung terbanyak didominasi pelajar dan kaum muda.

Sama seperti kunjungan fisik, dari situs emuseumranggawarsita pengunjung dapat berjalan-jalan mulai dari halaman depan. Lalu menuju lobi dan berkeliling ke gedung A hingga D. Setiap gedung memiliki dua lantai. Kemudian terdapat ruang koleksi emas dan pameran ourdoor. “Sambil duduk atau rebahan di rumah bisa keliling museum,” imbuhnya.

Sejak 23 November 2021 hingga 2022 pihaknya tergabung dalam pameran bersama 25 museum se-Jawa. Kesempatan tersebut layak digunakan pengguna internet untuk jalan-jalan menengok sejarah di semua lokasi itu.

Baca juga:  Sebulan, Berdayakan 30 Kelompok Perempuan Rentan

Di samping itu untuk meramaikan kegiatan Djoko mengadakan lomba fotografi, blog, dan cerdas cermat pelajar tingkat SMP. Jawa Tengah sendiri tercatat pernah menyabet juuara 1 nasional selama tiga tahun berturut-turut.

Kemudian, ia membuat program belajar bersama museum yang mengajarkan konservasi benda bersejarah hingga budidaya batik. Lalu program dolan ke museum untuk menarik minat anak-anak dan kaum muda pada sejarah.

Meski diakui kunjungan fisik secara langsung ke lokasi lebih berkesan. Menurutnya kunjungan virtual sama sekali tak mengurangi nilai yang ada dari objek yang disaksikan. “Dari kunjungan virtual kami harap muncul dorongan untuk berkunjung secara fisik,” pungkasnya.

Saat ini Museum Ranggawarsito telah melayani kunjungan wisata dan penelitian. Pengunjung hanya dibebankan biaya Rp 4.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Dengan ongkos itu pengunjung dapat mengeksplor semua sudut museum sepuasnya. (taf/ida)

Baca juga:  Terdampak Longsor, Tembok Rumah Warga Kalilangse Ambrol

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya