alexametrics

Pemkot Semarang Siapkan Perda Larangan Penjualan Daging Anjing

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Peraturan Daerah (Perda) terkait pelarangan peredaran daging anjing, digagas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pertanian (Dispertan).

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah mengeluarkan melalui Surat Edaran Nomor B/ 426/ 524/ I/ 2022 tentang Pengawasan Terhadap Peredaran/ Perdagangan Daging Anjing pada akhir Februari lalu.

“Kita sudah memiliki surat edaran tentang pelarangan perdagangan daging anjing di Semarang. Namun aturan tersebut masih bersifat sosialisasi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, Jumat (18/3).

Mantan Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Pemkot Semarang ini menjelaskan, jika kedepan akan digagas dan dibuat Perda terkait larangan peredaran daging anjing. Dengan adanya Perda, kata Hernowo, akan ada sanksi bagi pelanggar atau penjual daging anjing.

Baca juga:  “Yang Penting Mulai Salat. Kalau Salatnya Tertata, Hidupnya Akan Tertata”

“Nanti kita upayakan membuat Perda sehingga akan ada sanksi bagi pelanggarnya. Saat ini kami sedang menginisiasi untuk menggandengkan Perda keamanan pangan yang sedang dibahas oleh DPRD Kota Semarang,” jelasnya.

Dari surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Semarang, kata dia, akan terus dilakukan sosialisasi secara persuasif kepada penjual daging anjing di Ibu Kota Jateng ini. Dari data yang ia miliki ada sedikitnya sembilan tempat atau warung yang menjual daging anjing untuk dikonsumsi.

“Memang, jumlah konsumsi daging anjing di Semarang masih sangat kecil. Ada sekitar sembilan titik yang kami temukan, namun ada yang tutup karena pandemi. Ada pula yang masih beroperasi, misalnya di Sunan Kuning ada tiga titik, Jatingaleh, Ki Mangunsarkoro,” tambahnya.

Baca juga:  KPU Ajak Ciptakan Pemilu Berintegritas

Meski tidak banyak dan konsumsinya tidak besar, sosialisasi untuk tidak menjual dan mengkonsumsi daging anjing harus terus dilakukan sesuai perintah Hendrar Prihadi, untuk membangun masyarakat yang beradab tidak akan mengkonsumsi daging hewan yang bukan ternak.

“Beliau sangat support dengan mengeluarkan surat edaran, kita juga melakukan sosialisasi,” tutupnya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya