alexametrics

Satpol PP Sidak Kos Mesum, Sita 18 Kartu Identitas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Mendekati bulan suci Ramadan, Satpol PP Kota Semarang terus menggencarkan operasi yustisi di tempat indekos yang diduga digunakan sebagai tempat mesum Rabu malam (16/3). Dalam operasi yustisi ini, tidak ditemukan pasangan mesum.

Namun petugas menyita 18 KTP dari salah satu rumah indekos yang ada di Jalan Lamper Tengah. Petugas juga mengecek izin dari rumah kos, serta penghuni kos ternyata ternyata tidak memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).

“Karena tidak punya STKT atau surat boro, maka kami sita KTP mereka. Kebetulan tidak ditemukan pasangan mesum,” kata Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto Kamis (17/3).

Menurutnya, razia atau yustisi rumah indekos akan terus digelar jelang Ramadan. Selain itu, pihaknya akan menyasar rumah indekos yang diduga digunakan sebagai mesum atas aduan dari masyarakat. “Kebetulan kemarin tidak ada yang mesum, namun kami akan sasar rumah indekos yang dicurigai atau dari laporan masyarakat,” tuturnya.

Baca juga:  Kelurahan Tawangmas Gandeng Lembaga Berdayakan Masyarakat

Pihaknya menjelaskan 18 orang yang KTP-nya disita akan menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring). Sesuai dengan Perda nomor 4 tahun 2016 yang wajib menyertakan SKTS ataupun surat boro ketika merantau dan tinggal di Semarang.

“Kami juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi belum lama ini ada berita penangkapan teroris. Kami ingin minimalisasi hal tersebut,” tambahnya.

Bunga salah satu penghuni rumah indekos yang KTP-nya disita mengaku kaget dan tidak tahu menahu jika harus memiliki surat boro. Apalagi pemilik kos tidak memberikan sosialisasi kepada penyewa kos. “Saya tentu kaget karena tidak pernah diberi tahu pemilik kos ataupun pihak RT/RW kalau wajib punya surat boro,” dalihnya. (den/ida)

Baca juga:  Sasar Warga Menengah ke Bawah, Ada Kelas Ibu-Ibu

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya