alexametrics

Warga Jomblang Meriahkan Kirab Budaya dan Nyadran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemerintah Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, mengajak warganya menggelar Nyadran Kubur. Cara tersebut diawali dengan kirab budaya yang dilanjutkan dengan tradisi nyadran Mengku Sadranan. Termasuk meresmikan Turonggo Cinde Laras.

Lurah Jomblang Yulistiyono menjelaskan, terdapat makam dari KH Nur Alim yang merupakan ulama kharismatik dan pejuang 45. Selain itu, Mbah Jangkang ada keterikatan emosional dengan Mbah Nur Ali dan Mbah Beguk. “Tujuan kirab ini merupakan kolaborasi kirab tradisi Jawa dan nyadran kubur,” jelasnya.

Diakuinya, dulunya masyarakat Jomblang hanya mengadakan nyadran kubur saja tanpa ada kirab budaya. “Ternyata di sini ada Reog, Kuda Lumping, Tarian, dan Gamelan. Saya kenalkan ke masyarakat Jomblang yang kaya akan budaya,” tuturnya.

Baca juga:  Dualisme Kepengurusan Pusat, IPHI Jateng Netral

Nyadran kubur diawali dengan kirab budaya dari kantor Kelurahan Jomblang. Bersama dengan Camat Candisari, Kapolsek Candisari, dan muspika lainnya, seperti Ketua RT, RW, Karang Taruna dan lainnya menuju Makam Mbah Jangkang. Kemudian bersih-bersih kubur dan berdoa bersama. “Kami menasehati masyarakat untuk selalu menjaga kerukunan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Senin (14/3).

Setelah ke Makam Mbah Jangkang di RW 7, kirab ke Mbah Beguk di RW 11. Masyarakat Jomblang berbondong-bondong mengabadikan Kirab budaya menampilkan kuda lumping, reog, tarian, dan gamelan. “Pukul 08.00 sampai pukul 10.00 kirabnya. Sorenya pentas di Balai Kelurahan Jomblang,” katanya.

Selain itu, dilakukan juga peresmian paguyuban kesenian Kelurahan Jomblang, Turonggo Cinde Laras yang bekerja sama dengan Brojomusti. “Kadang mereka ke sini. Bahkan saat ini sudah jadi binaan kelurahan. Yang jelas akan dikolaborasikan antara kesenian, UMKM, dan religi,” jelasnya. (fgr/ida)

Baca juga:  Gencarkan Kampanye Kurangi Sampah Plastik

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya