alexametrics

Pasar Kanjengan Baru Diisi Tujuh Pedagang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pasar Kanjengan dibangun megah. Empat lantai. Namun hingga kemarin baru tujuh pedagang yang berjualan. Padahal pasar ini menyediakan sedikitnya 828 lapak.

Di depan Pasar Kanjengan juga dibangun lapak darurat bagi pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Johar Relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) beberapa waktu lalu. Namun tempat penampungan relokasi sementara itu juga belum ditempati.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Senin (14/3) sekitar pukul 11.00, Pasar Kanjengan terlihat masih sepi. Hanya tujuh pedagang yang berjualan di lantai bawah. Sedangkan di lantai dua sampai empat, belum ada satu pun pedagang yang berjualan.

Pedagang kebutuhan dapur, Narmi, 65, menjelaskan, dirinya merupakan pedagang pindahan dari Blok F3 Relokasi Pasar Johar MAJT yang terbakar. “Seminggu setelah kebakaran, saya langsung pindah ke sini,” katanya sambil mengupas bawang merah.

Baca juga:  Hilang Sebulan, Ditemukan Tewas di Rumah Kosong

Pedagang lain, Har Gerabah, mengaku terpaksa pindah ke Pasar Kanjengan karena sudah tidak ada pilihan. Meski sepi pembeli, pedagang gerabah dan peralatan rumah tangga ini mencoba bertahan. “Ya, harus sabar, Mas. Mau bagaimana lagi, pilihan tempatnya hanya di sini,” ujar Har kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Har berharap pemkot lebih tegas dalam mengambil keputusan. Ia meminta pedagang yang masih berjualan di Pasar Johar Relokasi MAJT segera ‘bedol desa’ ke Pasar Kanjengan. Sehingga pasar menjadi ramai.

“Lahan di Johar Relokasi MAJT itu kan tanah wakaf.  Sedangkan bangunannya milik pemkot. Seharusnya dibedol saja bangunannya tho, Mas. Kalau ingin Pasar Kanjengan ramai, ya harusnya pedagang kompak pindah ke sini semua,” harapnya.

Baca juga:  PPKM Darurat, Kios Burung Diserbu Pembeli

Koran ini sempat memantau pasar darurat untuk menampung pedagang korban kebakaran di Johar Relokasi MAJT. Namun lima blok pasar darurat itu juga masih kosong.

Pengamatan koran ini, satu bangunan pasar darurat terletak di depan Pasar Kanjengan. Di bangunan itu dibagi menjadi 20 lapak. Empat bangunan lainnya berada di belakang Pasar Kanjengan. Yakni,  di sebelah barat terdapat dua bangunan, masing-masing dibagi menjadi 24 lapak dan 28 lapak. Sedangkan di sisi di timur Pasar Kanjengan terdapat dua bangunan dengan kapasitas masing-masing 30 pedagang. Setiap lapak berukuran 1,5 x 2 meter.

Heru dan Munafiyah, pasangan suami istri pedagang buah di Blok E Pasar Johar Relokasi MAJT mengaku sementara ini tetap bertahan di MAJT. Ia berjualan di Blok H. Meski demikian, ia berencana menempati lapak di pasar darurat yang menjadi jatahnya.

Baca juga:  Belum Vaksin, BST Belum Bisa Cair

“Saya ke sini sedang melihat kahanan, Mas. Kita harus menerima dan disyukuri apapun yang terjadi,” katanya sambil mengukur lapak yang akan ditempati di tempat penampungan sementara sebelah barat. (fgr/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya