alexametrics

Sungai BKB Jadi Muara Sampah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemeliharaan sungai Banjir Kanal Barat (BKB) terus dilakukan untuk mengantisipasi pendangkalan. Yakni dengan pengangkatan sampah dan sedimentasi di area sungai. Mulai dari bendungan hingga 500 meter ke arah utara.

“Ini sifatnya cuma pemeliharaan saja. Hanya satu minggu,” kata Kepala Pelaksana Pemeliharaan Sungai BKB Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, (13/3).

Giat ini, kata dia, untuk menjaga kondisi sungai agar selalu siap menampung air dari seluruh wilayah Kota Semarang jika terjadi banjir. Jika mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah, volume penampungan sungai akan berkurang. “Kami upayakan selalu dalam kondisi bersih. Jangan sampai ada sedimentasi ditengah menyerupai gunung,” tandasnya.

Pemeliharaan ini hanya membutuhkan satu unit alat berat yang menyisir dan mengangkat sedimentasi ke tepi sungai. Berbeda ketika melakukan normalisasi, yang membutuhkan alat berat hingga lima unit. “Dasar sungai disepanjang pemeliharaan ini rata. Tidak ada yang sebelah sana (menunjuk ketengah sungai) lebih dalam,” ujarnya.

Baca juga:  Pemerintah Kecamatan Semarang Utara Buka Keran Komunikasi sampai Tingkat RW

Selain tanah, pendangkalan juga diakibatkan karena banyaknya sampah yang mandeg. Sungai BKB menjadi muara sampah dari sungai-sungai lain yang terhubung. “Yang sering dan membuat repot itu pohon. Tertancap ditanah dan sulit diambil,” tuturnya.

Padahal jika dilihat di sepanjang sungai tidak ada pepohonan. Kalaupun ada, masih kuat tidak mungkin tumbang. Menurutnya, pohon-pohon tumbang disinyalir berasal dari hulu sungai. “Setahun lalu sudah ada normalisasi, tapi sekarang sudah dalam kondisi dangkal lagi,” pungkasnya. (cr3/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya