alexametrics

Wagub Akui Kritik Media Mudahkan Kinerja Pemerintah

Ingatkan Pejabat Jangan Phobia dengan Wartawan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen mengakui kritik yang dilakukan media turut mempermudah kinerja pemerintah. Karena itulah ia sangat mengapresiasi kerja wartawan dan meminta pekerja media untuk terus meningkatkan kualitas jurnalistik serta lebih bertanggung jawab pada karyanya.

Hal itu disampaikan Gus Yasin –sapaan akrab Wagub Taj Yasin- saat membuka Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel MG Setos, Jumat (11/3). Kegiatan UKW ini diadakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng bersama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jateng sejak Jumat-Sabtu (11-12/3).

“Dari pengalaman saya keliling Indonesia, wartawan Jateng ini terbilang aktif dan ramai. Bahkan bisa saya temui di kantor pemerintahan maupun di lapangan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Semestinya memang demikian. Wartawan harus turun ke lapangan. Menyampaikan kritik masyarakat yang dituangkan melalui media. Sehingga pihaknya terbantu untuk memahami kondisi lapangan. Kritik media juga dinilai mampu mengawal program kerja pemerintah sehingga tetap dalam jalannya.
Gus Yasin juga menyampaikan, masyarakat cenderung lebih mempercayai informasi yang disampaikan media ketimbang pihaknya sendiri. Oleh kerena itu, ia terus mendorong keterbukaan informasi untuk mengakomodasi kebutuhan informasi masyarakat.

Baca juga:  Warga Jomblang Meriahkan Kirab Budaya dan Nyadran

“Pemerintah atau pejabat tidak boleh phobia dengan wartawan, tapi harus mendukung dan welcome. Karena ini bukan hanya untuk kepentingan panjenengan, tapi kepentingan kami. Oleh karena itu, wajar kami merangkul panjenengan,” imbuh wagub.

Gus Yasin menilai ajang UKW seperti ini adalah kawah candradimuka bagi para jurnalis. Muaranya, peningkatan kualitas berita, untuk memberi kritik dan saran yang membangun bagi pemerintah.

Berpijak dari hal tersebut, Pemprov Jateng dalam hal ini Diskominfo Jateng selalu mendukung UKW yang diselenggarakan PWI Jateng. Total, sudah ada lima kali UKW yang terselenggara berkat kerja sama ini.

Selain UKW, Pemprov Jateng juga rutin menyelenggarakan lomba antarwartawan se-Jateng. Ajang ini bukan hanya kompetisi antarjurnalis, namun juga wadah kompetisi karya jurnalistik.

Baca juga:  Buku Uji KIR Diganti Kartu Pintar

Kegiatan UKW itu diikuti 24 jurnalis, meliputi kelompok jenjang wartawan muda, satu kelompok wartawan madya, dan satu kelompok wartawan utama. Masing-masing kelompok beranggotakan enam peserta. Penguji ahli didatangkan dari PWI pusat.

Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat Hendro Basuki menekankan menjadi wartawan di era konvergensi memerlukan banyak keahlian. Mulai dari menulis, memotret, membuat keterangan foto, mengedit video, hingga memahami media sosial.

“Semua skill itu perlu dikuasai setiap wartawan era modern,” ujarnya.

Maraknya media online juga perlu diimbangi dengan tanggung jawab moral dan mempertimbangkan kode etik jurnalistik. Bila digarap dengan serius, media online mampu menghasilkan profit bagi perusahaan media. UKW juga merupakan bagian dari edukasi yang dilakukan PWI untuk meyiapkan ekosistem media digital.

Lebih lanjut, Ketua PWI Jateng Amir Machmud ikut menyampaikan apresiasinya kepada Pemprov Jateng, khususnya Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang aktif mengadakan kompetisi jurnalistik. Hal ini menjadi penyemangat bagi pekerja media di Jateng untuk menghasilkan karya terbaik.

Baca juga:  Main Lima Belas Menit Berakhir Seri

Dalam kesempatan tersebut Amir Machmud mengatakan, UKW merupakan upaya dari organisasi meningkatkan kualitas SDM jurnalis. Melalui kegiatan tersebut, pewarta dapat meningkatkan profesionalitas kerja. Sedangkan profesionalitas jurnalis, tidak terbatas pada kemampuan menulis. Namun, setiap wartawan harus memahami kode etik dan berpegang teguh pada undang-undang pers.

“Kami fokus menyelengarakan kegiatan terkait pendidikan peningkatan kapasitas SDM wartawan. Kami ingin menunjukan dengan UKW dan forum lain, bisa menegakkan intelektualitas profesi, kemartabatan profesionalitas dan eksistensi wartawan,” sebutnya.

Pada UKW, ada tiga hal yang ditekankan. Yakni skill, kompetensi teknis, dan kompetensi etis. “Kami juga menekankan aspek etis sebagai bekal pekerjaannya. Karena wartawan adalah orang yang punya hati,” beber Amir. (taf/akr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya