alexametrics

Mbak Ita Bagikan Makanan Tambahan ke Balita di Kelurahan Bugangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyalurkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi 14 anak yang menderita stunting atau gizi buruk. Kegiatan kali ini berlangsung di Jalan Citarum Selatan, Kelurahan Bugangan, Semarang Timur. PTM didistribusikan langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang, Ir Hevearita G. Rahayu, M.Si.

Mbak Ita—sapaan intimnya— menyampaikan, PMT dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat. Seperti Pemkot, FKK, LPMK, Kelurahan Bugangan, dan Kecamatan Semarang Timur. “Pokoknya komplet, kami keroyok program Pemkot, terutama penanganan stunting ini,” katanya. PMT dimulai pada Maret. Rinciannya, asupan tiga kali sehari, dua makanan selingan, dan susu tambahan dari Dinas Ketahanan Pangan Semarang.

Mbak Ita menjelaskan, makanan tambahan diberikan setiap hari. Dimasak oleh ibu-ibu kader, sekaligus evaluasi kesukaan anak yang menderita stunting. “Mungkin yang lebih mudah, jika dimasak nasi goreng agar anak-anak suka,” lanjut Mbak Ita.

Baca juga:  Gorong-Gorong Ambles, Pemukiman Warga Kebanjiran

Selain PMT, Mbak Ita juga mengajari ibu-ibu memasak. Pemkot menyediakan bahan mentah. Seperti kacang hijau, gula jawa, tepung beras, agar-agar, dan biskuit. “Kita juga siapkan resepnya, agar terpenuhi gizinya, karena ini stimulan dan stimulus dari pemerintah,” ucap Mbak Ita.

Kata Mbak Ita, kasus stunting di Semarang terjadi karena faktor ekonomi. Juga lantaran kurangnya perhatian terhadap gizi, saat ibu hamil. “Kemudian juga belum dilakukan tes kesehatan ketika pr nikah, dan komorbid.”

Salah satu warga RT 3 RW 8, Kelurahan Bugangan yang mendapatkan bantuan, Suliem, menuturkan, cucunya, Arka, 2,5 tahun, mengalami stunting sejak sebulan lalu. “Anak ini ibunya sudah meninggal saat usia 16 bulan. Arka ikut saya,” katanya saat menimang-nimang sang cucu.

Baca juga:  Fokus Konsep Oriental

Warga lain, Ira, warga RT 1 RW 1 Bugangan, menjelaskan, anaknya yang bernama Agus Harudin Alatif lahir dalam kondisi normal, 3,5 kg.Namun, setelah usia enam bulan, berat badannya susah naik. Nafsu makannya juga berkurang. “Satu bulan yang lalu, dites ternyata kena TB, infeksi pencernaan. Jadi sempat opname,” katanya. Ia sangat senang atas bantuan yang diberikan oleh Mbak Ita. Ira berharap anaknya tidak kekurangan gizi. “Saat ini, Agus berusia 15 bulan, seharusnya beratnya sembilan kg ke atas. Tapi ini masih enam kilogram.”

Camat Semarang Timur, Nurul Hidayati, menjelaskan, kasus stunting di Kecamatan Semarang Timur cukup tinggi. Total ada 130 anak. “Harapannya dengan adanya pemberian makanan tambahan ini bisa mengurangi angka stunting di Semarang Timur,” ujarnya. (fgr/isk)

Baca juga:  Ketua MPR: Saatnya Kita Jahit Merah Putih

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya