alexametrics

Tarif Turun, Driver Ojol Serbu Kantor Gubernur Jateng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Ribuan driver ojek online (ojol) menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur Jateng Jalan Pahlawan, Semarang. Pengemudi ojol yang tergabung dalam Driver Online Bergerak Jawa Tengah itu menuntut perbaikan kesejahteraan. Mereka tidak hanya dari Semarang, namun juga Kendal, Pekalongan, Brebes hingga Purwokerto.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, ratusan pengemudi yang melakukan demonstrasi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Driver ojol dari berbagai aplikasi ini terlihat memakai seragam dari mitra yang diikuti. Antara lain, Grab, Gojek, Maxim, dan Shopee Food.

Aksi demo dipicu adanya penurunan tarif pengantaran makanan/food yang diberlakukan aplikator ojol. Sebelumnya driver mendapat tarif bersih Rp 7.200 untuk jarak 0 sampai 4 km. Saat ini, tarif turun menjadi Rp 6.400. Selain itu, driver juga menuntut agar diberlakukan insentif seperti dulu.

Baca juga:  Dishub Tak Akan Terbitkan Izin Parkir di Jalan Inspeksi

“Kalau kita bisa tutup poin nanti dapat bonus. Sekarang enggak,” keluh Miftahul Hidayat, driver asal Patemon, Gunungpati.

Pria yang sudah tiga tahun menjadi driver ojol ini menggantungkan hidup anak dan istrinya dari penghasilannya. Ia mengaku adanya penurunan tarif dan insentif membuat keuangannya semakin menipis. Pandemi membuat tarikan menjadi sepi. Belum lagi biaya tambahan anak untuk membeli kuota pembelajaran daring.

Koordinator aksi Thomas Aquino Budhi Darmawan menyatakan, pihaknya bermaksud untuk melakukan audiensi dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Tuntutan demonstrasi yang akan disampaikan ke pemerintah, yakni untuk memperhatikan nasib pengemudi ojol. Pemerintah diminta untuk merumuskan peraturan daerah (perda) yang berisi penyesuaian tarif.

Baca juga:  Waspada Lur! Banjir Rob Intai Pantura, Tinggi Gelombang Laut Jawa Capai 2,5 Meter Tiga Hari Kedepan

Tuntutan yang lain mengenai BPJS Ketenagakerjaan. Pihaknya meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng untuk memperhatikan nasib mereka.

“Kita kan juga buruh harian lepas, jadi seharusnya bisa dapat BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Nur Rohman, driver ojol asal Sugihan.

Pria 25 tahun ini rela datang dari jauh untuk ikut menyuarakan aksi. Pikirnya semakin ramai yang dating, aksi demo ini akan lebih ditanggapi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro mengatakan, telah ditentukan hasil sementara dari audiensi yang dilakukan. “Tadi (kemarin) memang sudah ditemui perwakilan dari mitra driver, sehingga uneg-uneg mereka sudah disampaikan semua ke kita dan tadi sudah diterima langsung oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh jajaran yang hadir dalam audiensi diperintahkan agar sesegera mungkin menindaklanjuti hasil pertemuan kemarin.

Baca juga:  KA Kedungsepur Tetap Beroperasi, Tapi Tiket Tidak Dijual Bebas

“Dalam minggu ini, nanti rencananya kita panggil aplikator, sehingga apa yang menjadi tuntutan mitra driver akan disampaikan,” ungkapnya.

Henggar menambahkan, pihak BPJS Ketenagakerjaan juga hadir dalam audiensi tersebut untuk menanggapi terkait jaminan asuransi.

“Dari BPJS Ketenagakerjaan telah menyampaikan bahwa pada prinsipnya sebenarnya banyak manfaat yang dapat dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan, dan mereka bisa masuk ke BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut selama ini belum diketahui oleh mitra pengemudi online. Kendati demikian, mereka tetap harus membayar premi setiap bulan. “Ini salah satu yang akan kita sampaikan nanti ke pihak aplikator agar preminya, barangkali aplikator bisa menyelasaikan (permasalahan) yang itu,” ujarnya.  (cr4/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya