alexametrics

Komunitas Satwa Eksotik Semarang Datangi Swalayan, Ajak Anak-Anak Cintai Satwa

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Lima anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) itu semula takut. Begitu diperlihatkan puluhan aneka reptil yang dibawa Komunitas Satwa Eksotik Semarang ke dalam Swalayan Mitra 10 yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta Jumat malam (4/3) kemarin. “Takut yah,” kata sang anak merajuk kepada ayahnya Syariful Hidayah.

Meski begitu, anggota komunitas berusaha meyakinkan bahwa hewan tersebut jinak dan tidak menggigit. Anak-anak tersebut mulai coba-coba menyentuh, hingga akhirnya berani memegang dan bersuka cita. Ada berbagai jenis ular, kadal, tokek leopard, kura-kura sulcata, dan iguana. “Hewan reptil ini sangat bersahabat,” kata Koordinator Event Gathering Komunitas Satwa Eksotik Semarang Mungki meyakinkan.

Baca juga:  Pembobol ATM Beraksi Lagi, Kali Ini Sasar Indomaret Jalan Syuhada Raya

Tapi begitulah caranya 10 anggota komunitas pecinta satwa ini mengedukasi anak-anak maupun masyarakat pada umumnya untuk menjaga ekosistem alam. Dengan menjaga kelangsungan hewan yang ada di dalamnya.

“Dalam event gathering seperti ini, kami sengaha mengedukasi masyarakat agar bersahabat dengan hewan reptil. Kami mendatangi beberapa swalayan. Mengajak pengunjungnya lebih dekat dengan hewan reptil ini,” imbuhnya.

Pihaknya berharap masyarakat paham karakter ular dan reptil lainnya. Sehingga saat melihat hewan tersebut, tak lagi merasa ngeri atau takut. “Sebenarnya kami ada ular yang berbisa, tapi tidak dibawa karena cukup berbahaya jika ditampilkan di swalayan seperti ini,” tuturnya.

Syariful sendiri malam itu sengaja jalan-jalan bersama istri dan kedua anaknya. Menurutnya, kegiatan edukasi tersebut dinilainya positif, bisa menambah ilmu pengetahuan anak-anak. “Kami sering melihat reptil di kebun binatang. Sebenarnya anak-anak saya sangat antusias melihat dan mengenalinya,” katanya.

Baca juga:  Proyek Jalan Sriwijaya Hampir Rampung, Digadang Jadi Simpang Lima Kedua

Mungki mengaku tak hanya melakukan gathering atau edukasi di swalayan-swalayan, tapi sudah rutin di Taman Indonesia Kaya. Bahkan sudah memiliki jadwal rutin setiap hari Jumat dan Sabtu malam. Sedangkan hari Minggu dilakukan sejak pagi sampai malam. “Jadi ada 12 kali pertemuan,” kata Mungki yang hobi menjinakkan hewan reptil.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyediakan hewan reptil yang bisa dibeli oleh konsumen. Seperti kadal atau tokek leopard ukuran 15 sampai 20 sentimeeter per ekornya Rp 150 ribu. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya