alexametrics

Museum Kota Lama Dibuka, Tiket Masuk Dipesan Online

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Museum Kota Lama resmi dibuka untuk umum mulai Sabtu(5/3) hari ini, setelah diresmikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada awal Februari lalu. Diprediksi antusias warga untuk menikmati wahana baru ini akan sangat besar.

“Harus ada pengaturan jam kunjungan, sehingga tidak terjadi penumpukan. Salah satunya dengan pemesanan sistem tiket online. Aktivitasnya jalan, tapi penanganan Covid-19 juga harus jalan,” kata wlai kota yang akrab disapa Hendi ini, Jumat (4/3).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang diminta memaksimalkan pemesanan tiket secara online. Tujuannya, untuk menghindari kerumunan saat museum dengan teknologi immersif itu menerima pengunjung.

“Barcode PeduliLindungi juga harus terpasang ketika museum itu buka. Kerumunan juga harus diantisipasi, baik di dalam museum maupun di taman yang ada di luar,” jelasnya.

Baca juga:  Olah Limbah Plastik Jadi Lifestyle

Menindaklanjuti arahan Hendi, Disbudpar telah menyiapkan aplikasi ‘Lunpia’ yang dapat diunduh di Playstore maupun Appstore. Aplikasi tersebut digunakan sebagai single system pemesanan tiket, yang diberlakukan bagi pengunjung yang akan mengunjungi Museum Kota Lama, yang sementara ini masih digratiskan.

“Tidak ada pelayanan tiket masuk di lokasi. Semua harus melalui aplikasi Lunpia. Tiket yang dipesan juga akan ada barcode yang akan di-scan di titik kumpul di Gedung Outdetrap. Lalu tiket fisik yang telah di-scan barcode-nya, akan digunakan untuk masuk ke dalam museum,” jelas Plt Kepala Disbudpar Kota Semarang Sapto Adi Sugihartono.

Seperti diketahui, Museum Kota Lama berisi sejarah Kota Semarang mulai tahun 1547 kota ini didirikan, kemudian ada visualisasi trem zaman dulu, serta stasiun bawah tanah zaman dulu yang terpendam.

Baca juga:  Wali Kota Hendi Janji Beri Nama Jalan Ki Nartosabdo

Dengan teknologi immersif, museum yang terletak di bekas air mancur Bubakan ini menampilkan teknologi yang membawa pengunjung seolah masuk ke dalam dunia simulasi antara dunia nyata dengan digital.

“Nanti pengunjung juga bisa menaiki loko atau trem yang seakan-akan berjalan-jalan menikmati suasana masa lampau. Pengunjung juga didampingi tour guide yang akan menjelaskan tentang apa saja yang ada di dalam museum,” katanya. (den/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya