alexametrics

Pedagang Korban Kebakaran Disediakan Lapak di Kanjengan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangTempat relokasi bagi pedagang korban kebakaran di Pasar Johar Relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) selesai dibangun. Pasar darurat di sebelah selatan Pasar Kanjengan ini siap ditempati dalam waktu dekat.

Rencananya, dalam waktu dekat Dinas Perdagangan Kota Semarang akan melakukan pengecekan lapangan pada pekan ini. Setelah itu, akan dilakukan penataan sesuai dengan zonasi dagangan yang dijual pedagang, misalnya konveksi, pecah belah, dan bumbon.

“Pekan ini kita cek lapangan dulu, total ada 130 lapak yang dibangun untuk pedagang korban kebakaran yang belum dapat lapak. Karena sisanya sudah dapat lapak, ya harapan kami bisa segera menempati lapak yang sudah disiapkan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Nurkholis, Kamis (3/3).

Ia menjelaskan, 130 lapak ini mayoritas pedagang dasaran terbuka (DT) yang akan ditempatkan di Shopping Center Johar (SCJ). Dinas, kata dia, telah melakukan pengundian, nantinya penempatan pedagang akan diserahkan kelompok pedagang.

Baca juga:  Pedagang Pecah Belah Dipindah ke Johar Tengah Lantai Dua

“Zonasinya sudah ada. Setelah kita lakukan pengecekan nanti dan sudah ditempati, akan kita evaluasi lagi. Apakah ada yang kurang? Yang belum dapat berapa? Akan kita carikan solusi,” bebernya.

Selain itu, penataan pedagang pecah belah sudah dilakukan di Johar Tengah dan Utara. Sebanyak 50 pedagang dipastikan pindah ke lantai dua Johar Tengah. Jika memang ada pedagang yang enggan pindah, dinas mewajibkan agar pedagang tersebut bisa menyesuaikan dengan zonasi yang ada.

“Harapan kami sebelum puasa Ramadan bisa rampung semua. PR-nya adalah mengisi yang kosong ini serta dari kelompok pecah belah. Selain itu juga lapak asesoris yang masih kosong, akan kita isi dengan zonasi yang sudah ditetapkan,” katanya.

Baca juga:  Serem! Kuntilanak dan Pocong Berseliweran saat Tengah Malam di Pasar Johar Semarang

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang  di Pasar Kanjenganyang akan dijadikan tempat relokasi sementara pedagang korban kebakaran terlihat sepi. Belum ada pedagang yang menempati lapak tersebut.

“Kemarin baru pengundian, sampai sekarang belum ada yang menempati,” ujar Sunarni, 60, pedagang di Pasar Kanjengan.

Sunarni menjelaskan, saat ini Pasar Kanjengan masih sepi. Ia baru seminggu pindah dari relokasi Pasar Johar di MAJT. “Dulu di MAJT sudah enam tahun, pengundian dapat di sini, saya pasang rolling door baru bisa ditempati,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (3/3).

Ia merasa senang sudah mendapat undian dan menempati Pasar Kanjengan. Namun tempat yang masih dibenahi dan sepinya pedagang membuat penjualannnya menurun. “Yang jualan aja baru dua, lainnya masih dibenahi, jadinya ya gini sepi pembeli. Bisa buat makan sudah Alhamdulillah,” katanya.

Baca juga:  Pedagang Desak Penataan Pasar Johar Selesai Sebelum Ramadan

Sementara itu, dari 555 lapak yang disegel di Pasar Johar, kata dia, sudah ada 32 lapak di Johar Utara dan Tengah yang dibuka dari total 109 lapak yang ada di bangunan cagar budaya tersebut.

“Pemiliknya sudah mengurus administrasi, dan memiliki berita acara serah terima (BAST). Jadi, segel lapak dibuka, mereka siap berjualan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, penataan lapak kategori pecah belah telah dirampungkan di Johar Cagar Budaya. Sementara lapak kosong bekas pedagang yang dipindah, nantinya akan diberikan ke pedagang lain yang sudah memiliki BAST. “Untuk Yaik Baru penataan kita off-kan dulu, karena ada kendala. Intinya target kami sama, sebelum puasa ini bisa rampung,” katanya. (den/cr4/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya