alexametrics

SPAK Sasar Kader PKK dan Gerakan Organisasi Wanita

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Inspektorat Kota Semarang bekerjasama dengan TP PKK Kota Semarang menggelar Sosialiasi Saya Perempuan Anti Korupsi (SPAK). Kegiatan ini ilakukan di Kecamatan Tugu dengan menyasar kader-kader PKK, Gerakan Organisasi Wanita.

Tiga materi disampaikan dalam kegiatan ini. Bahkan, terdapat permainan menarik untuk mengajak mengenal berbagai perilaku dan tindakan korupsi dengan cara menyenangkan,

Perwakilan Tim SPAK dari TP PKK Kota Semarang, Widjayanti, 55, menjelaskan pihaknya sempat mengikuti pelatihan antikorupsi dari KPK selama tiga hari. Selanjutnya, pihaknya menjadi agen-agen SPAK untuk menyebarkan paham anti korupsi.

Materi pertama disampaikan oleh inspektorat yang berjudul membangun budaya antikorupsi. “Kami memberikan pembelajaran tujuh tindakan korupsi, yakni kerugian negara, suap menyuap, grativikasi, pemerasan, kepentingan dalam jabatan, perbuatan curang, dan pengadaan barang dan jasa. Jangan dilakukan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (2/3).

Baca juga:  Chacha Minta Pokja PKK Fokus Lawan Stunting

Selain itu, kata dia, terdapat sembilan nilai anti korupsi yakni jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, berani, dan adil atau Jupe Mandi Tangker Sebedil.

Materi yang kedua adalah peran perempuan dalam pemberantasan korupsi. Karena perempuan merupakan pendidik keluarga yang pertama dan paling utama. “Karena pendidikan anti korupsi paling dini itu di keluarga dan perempuan itu banyak komunitasnya,” jelasnya.

Materi yang ketiga memberikan penjelasan permainan. Karena materi keempat adalah menerapkan semua materi dalam bentuk permainan. “Kalau ibu-ibu bisa melakukan permainan, maka kita anggap sudah menguasai dan siap ditularkan ke kader lainnya,” katanya.

Auditor Inspektorat, Hana Astasia, menjelaskan permainan antara lain semai, majo dan majo junior. Semai mengajarkan anak-anak mengenai nilai antikorupsi sejak dini. Melalui game ini dengan harapan bisa menumbuhkan sikap anti korupsi sejak dini.

Baca juga:  Gus Yasin Ajak Santri dan Warga Kerja Bakti

Selain itu, majo dan majo junior untuk mengajak mengenal berbagai perilaku dan tindakan korupsi dengan cara menyenangkan. “Itu ngajak mikir, dengan kartu yang ada maka ditempatkan sesuai tindakan anti korupsi. Kalau benar berarti dia paham, kalau tidak ada hukumannya berupa nyanyi atau hukuman yang tidak sulit,” kata Hana.

Salah satu kader, Raudah dari Randugarut menjelaskan kegiatan ini sangat bermanfaat sekaligus menambah ilmu tentang anti korupsi. “Saya ingin mengajak ibu-ibu dari BKM, PKK agar mengedukasi anti korupsi di keluarganya,” tuturnya. (fgr/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya