alexametrics

Prosesi Tawur Agung Diguyur Hujan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Hujan yang cukup lebat mewarnai prosesi Tawur Agung Kesanga di Pura Agung Giri Natha Semarang, Rabu (2/3). Meski demikian, umat Hindu Kota Semarang tetap melaksanakan prosesi secara khusyuk.

Kota Semarang sendiri kemarin memang diprediksi turun hujan menjelang malam. Ketika prosesi Tawur Agung dimulai, sesekali gerimis mengguyur, namun lama-kelamaan hujan deras turun. Proses pecaruan juga tetap berlangsung khidmat.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Nengah Wirta Dharmayana menjelaskan, pada perayaan Hari Raya Nyepi tahun ini tema yang diangkat adalah “Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi dalam Moderasi Beragama Menuju Indonesia Tangguh.” “Tat Twam Asi sendiri berarti saya adalah kamu dan kamu adalah saya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, prosesi Tawur Agung Kesanga merupakan rangkaian terakhir sebelum melaksanakan Catur Brata penyepian. “Prosesi ini dimaksudkan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia alam semesta yang diberikan kepada kita,” ujar Nengah Wirta Dharmayana.

Baca juga:  Awal Maret, Feeder 3 Diluncurkan

Berbeda dengan upacara Melasti di Pantai Marina lalu yang diikuti ratusan umat Hindu, dalam prosesi Tawur Agung ini diikuti umat jauh lebih sedikit. Hanya perwakilan dari pura dan beberapa umat Hindu Kota Semarang.

“Hal ini dilakukan karena situasi sekarang yang masih belum memungkinkan untuk mengundang banyak kerumunan. Sehingga setiap prosesi ritual, pesertanya dibatasi 75 persen dari total kapasitas,” tuturnya

Dalam prosesi Tawur Agung, umat melakukan Muter Caru, yakni upacara memutari pecaruan atau tempat yang digunakan sebagai penyimpan sesaji  sebanyak tiga kali. Setelah itu, pecaruan tersebut dihancurkan dan dibakar sebagai simbol menyeimbangkan antara perbuatan buruk dan baik.

“Selain itu, juga sebagai pengingat agar manusia senantiasa berbuat baik, tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam dan seisinya,” jelasnya.

Baca juga:  Kelola Sampah Pakai Aplikasi

Komang, 24, salah satu umat mengaku senang bisa mengikuti prosesi Tawur Agung Kesanga. Sebab, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ia sudah tak melakukannya. Ia hanya melakukan ibadah sembahyang dan Nyepi saja

Udah dua tahun Mas saya tidak ikut prosesi Tawur Agung sebelum Hari Raya Nyepi. Begitu tahu tahun ini diadakan lagi, saya sangat senang, bisa ketemu saudara-saudara yang lain juga,” katanya.

Setelah prosesi Tawur Agung Kesanga ini, hari ini para umat Hindu akan melakukan Catur Brata Penyepian selama satu hari penuh. Selanjutnya akan dilaksanakan Dharma Santi atau halal bihalal yang akan digelar di Balai Kota Semarang. (cr6/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya