alexametrics

Penanganan Longsor Kalialang Belum Bisa Maksimal

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penanganan bencana longsor Oktober 2021 lalu di Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, yang berdampak pada rumah warga, jembatan, dan jalan di depan SD Sukorejo 03, belum bisa tertangani secara cepat.

Pasalnya, untuk melakukan penanganan permanen butuh anggaran besar. Saat ini, masih menunggu keputusan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. Pernah diperbaiki sementara waktu, terkena longsor lagi.

Dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang, tidak jauh dari jembatan, jalan di depan SD Sukorejo 03 yang mengalami longsor beberapa waktu lalu masih dalam perbaikan. Beberapa material masih belum tertata rapi.

Salah satu pemilik rumah di dekat Jembatan Bendosari, Ngatiyem menjelaskan rumahnya terkena dampak longsor pada awal tahun ini. “Awal tahun hujan terus-menerus jadi ambles,” katanya.

Baca juga:  Sadis! Hanya karena Cemburu, Pria di Demak Ini Bunuh Istrinya saat Tidur

Diceritakan, longsor sudah dua kali terjadi. Yang pertama di dekat pepohonan jati dan di dekat SD Sukorejo 03. “Lalu Jembatan Bendosari dan rumah saya kena,” tuturnya.

Camat Gunungpati Sabar Trimulyono menjelaskan, pihaknya sudah melapor kepada DPU dan Disperkim Kota Semarang untuk dilakukan tindakan. “Alat berat sudah datang ke sini, mau dipadatkan lagi dan diaspal lagi. Tapi malah amblong lagi,” jelasnya.

Padahal daerah tersebut merupakan akses menuju Kampung Wisata Kampung Jawi. Tapi tetap harus menunggu keputusan DPU. “Tetap kami prioritaskan dan perjuangkan. Karena itu akses menuju kampung wisata,” katanya.

Kepala DPU Kota Semarang Sih Riyanung mengakui sudah dilakukan penanganan sementara tapi longsor lagi. Kendala lain adalah saat ini masih musim penghujan. “Kami masih mencari solusinya. Kemungkinan ada sumber air di bawah jalan yang mengakibatkan tanahnya longsor terus. Tanahnya itu kan patahan,” jelasnya.

Baca juga:  Revitalisasi Jalan, Bubakan Ditutup hingga 22 November 2020

Selain itu, penanganan longsor tersebut akan memakan biaya besar Rp 1 miliar, termasuk penanganan jembatan. “Kemarin kami sempat tutup, malah longsor lagi, kan eman-eman. Kami masih mencari solusi. Apalagi ini masih musim penghujan dan anggaran harus kami siapkan,” kata Riyanung. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya