alexametrics

Taman Lalu Lintas Semarang Masih Mangkrak, Wahana Tertutup Rumput

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kondisi Taman Lalu Lintas di Mangkang, semakin tidak terurus. Objek wisata yang berdampingan dengan Semarang Zoo ini tampak terbengkalai dan sepi pengunjung. Ramainya hanya di depan gerbang. Itu pun hanya digunakan pedagang untuk jualan. Jika masuk lebih dalam, kondisinya benar-benar tak karuan.

Berbeda 180 derajat dengan Semarang Zoo yang terlihat bersih, rapi, dan tertata. Selain itu, banyak dikunjungi para wisatawan khususnya di saat weekend. Taman Lalu Lintas yang seharusnya menjadi taman edukasi itu telah berubah menjadi hutan belantara.

Memang ketika awal masuk melalui gerbang terlihat lumayan bersih, karena ditempati pedagang kaki lima (PKL). Namun, jika ditelusuri lebih dalam kondisinya sangat memprihatinkan.

Baca juga:  Pemkot Semarang Siapkan Sanksi untuk ASN yang Nekat Mudik

Setelah melewati gerbang masuk, terlihat deretan bangunan terlihat usang tak terawat. Warna cat yang seharusnya memberikan kesan indah pada dinding mulai pudar. Bahkan kusam karena ditumbuhi lumut. Mirisnya, ada sebagian di dinding yang retak, dan di sela-sela keretakannya ditumbuhi rumput.

Sepanjang akses jalan di kompleks taman tumbuh rumput liar yang hampir merata. Lengkap ditaburi oleh dedaunan dan ranting yang jatuh mengering. Entah sudah berapa lama tak dibersihkan.

Belum lagi di beberapa bagian aspal sudah mulai retak dan terkelupas. Begitupun marka jalan yang seharusnya untuk simulasi lalu lintas semakin tidak jelas.

Yang paling utama, petunjuk rambu-rambu yang terpampang di tengah taman sudah tak bisa dilihat. Sebab telah ditutup rapat oleh semak belukar yang tumbuh liar. Tingginya rumput membuat kesan wahana di taman tersebut tidak bisa dikenali. Hanya sebagian rambu-rambu berdiri dengan tiang yang terlihat jelas.

Baca juga:  Indosat Ooredoo Hutchison Bantu Pemulihan Ekonomi di Jateng

Fasilitas penujang di taman tersebut mengalami malfungsi. Di antaranya deretan wastafel kering dan kotor. Bangku-bangku permanen juga ditumbuhi rumput dan lumut, dapat dipastikan pengunjung enggan untuk duduk. Replika halte di beberapa titik pun juga dalam kondisi yang sama dikelilingi oleh rumput liar setinggi lutut.

Sebenarnya, sejak diresmikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada 2016 lalu, Taman Lalu Lintas Mangkang menjadi objek wisata yang digemari masyarakat. Terutama bagi siswa sekolah. Selain bermain, anak-anak bisa belajar mengenai tertib lalu lintas. Proyek pembangunan taman yang menelan dana sekitar Rp 2,3 miliar itu sekarang mangkrak.

Menurut penuturan salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, pengelolaan Taman Lalu Lintas Mangkang ini sempat dikelola menjadi satu dengan manajemen Semarang Zoo. Sebelumnya, pengelolaan kedua objek wisata terpisah.

Baca juga:  Dari 105 Bangunan, Tersisa Enam Bangunan yang Belum Dibongkar

“Disatukan dengan harapan, fasilitas dan pelayanan Semarang Zoo yang baik bisa diterapkan dengan Taman Lalu Lintas. Namun saat ini sudah tidak lagi dalam satu manajemen,” katanya. (cr3/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya