alexametrics

Meski Dipenjara, Napi Lapas Perempuan Semarang tetap Bisa Nyalon

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Meski berada di balik jeruji besi, para narapidana (napi) ini tetap bisa merawat diri. Di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Semarang memiliki salon kecantikan. Para napi bisa bersolek di Salon Putri Mandiri, untuk tetap tampil cantik dan terawat.

Kepala LPP Semarang Kristiana Hambawani mengatakan, bimbingan kerja (bimker) ini sudah berlangsung lama. Bimker Salon Putri Mandiri dijalankan tiga pegawai, semuanya napi. Namun, dalam pengoperasiannya tetap dalam pengawasan petugas.

Sebelum bekerja di Salon, mereka lebih dulu mengikuti pelatihan. Pihaknya menggandeng pihak ketiga. Untuk penjaringannya melalui assesmen minat bakat dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Semarang. “Setiap pelatihan anggarannya sekitar Rp 38 juta. Dilakukan 48 kali pertemuan,” katanya pada Jawa Pos Radar Semarang.

Menurut Kalapas (Kepala Lapas), kecantikan tidak bisa dipisahkan dengan perempuan. Salah satunya dengan adanya salon ini, membuat hak-hak mereka terpenuhi. Tak hanya napi, para pegawai LPP juga pernah menjajal salon ini.

Baca juga:  Pasar Semawis Semarang Kembali Dibuka, Pengunjung Membludak

Saat wartawan koran ini datang ke Salon Putri Mandiri, narapidana berinisial N tengah sibuk melayani klien yang juga sesama napi. Ia melakukan perawatan cuci rambut.

Ada 3 kaca besar lengkap dengan kursi salon, poster berbagai macam jenis potongan rambut, hairdryer, jepit rambut, sisir, sampo, handuk, alat semir, catok, dan lain-lain. Seperti khas perempuan, salon ini di cat warna pink.

Harga perawatan yang ditawarkan bermacam-macam. Di antaranya potong rambut Rp 20.000, creambath/semir Rp 25.000, smooting Ro 200.000, matrix Rp 170.000. Ada juga perawatan totok wajah dengan merogoh kocek Rp 15.000, ratus Rp 50.000, refleksi kaki Rp 35.000, hingga setrika wajah Rp 70.000.

Kendati demikian, petugas tetap menerapkan aturan untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Yaitu, seluruh kegiatan salon seperti pemakaian hair mask, semir rambut, pijat memijat, pemakaian lulur, potong rambut harus dilakukan di salon. Tidak boleh di dalam blok hunian.

Baca juga:  Masuk Kawasan Kampung Melayu, Wali Kota Hendi Pedulikan Kelurahan Dadapsari

Salah satu pegawai napi berinisial N mengaku dalam sehari rata-rata melayani 4 klien. Namun pernah paling ramai sampai 15 orang. “Kalau mau ada acara pada nyalon supaya tampil oke. Apalagi kalau fashion show gitu, pada dandan cantik-cantik,” ujar N sembari mengeringkan rambut kliennya. (ifa/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya