alexametrics

Produksi Sentra Pengasapan Ikan Bandarharjo Terus Menurun

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Produksi di sentra pengasapan ikan Bandarharjo terus mengalami penurunan. Dari 70 sentra kini hanya tersisa 23 sentra pengasapan ikan yang bertahan.

“Pandemi membuat mereka tutup. Sekarang tinggal 23 pengusaha saja,” aku pemilik sentra pengasapan ikan di Bandarharjo Rustiono, 58, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ia menambahkan, pandemi membuat pasokan ke Pasar tidak lancar. Usaha yang dijalankan bertahun-tahun juga terpaksa mengurangi produksi. Sebelum pandemi sehari bisa memproduksi ikan asap delapan kuintal. Tetapi sekarang 2 kuintal per hari sudah sangat sulit. “Karyawan terpaksa harus dikurangi. Kalau tidak kreatif bisa rugi,” ujarnya.

Selain itu, pasokan ikan bahan baku juga kesulitan. Pasokan datang dari Probolinggo, Rembang dan Jakarta. Harga ikan juga naik mencapai Rp 17.000/kg. “Jika pasokan ikan tidak ada terpaksa libur,” tambahnya.

Baca juga:  Perbaikan Akses Telomoyo Telan Rp 2,3 M

Pengusaha ikan asap Sri Mulyati mengaku tidak mempersoalkan pasokan bahan baku. Ia selalu mendapat pasokan ikan dari Jakarta. Jadi setiap hari stok tetap ada. “Tapi karena pandemi memang berdampak besar bagi kami Perajin ikan asap,” ujarnya.

Di sentra sentra banyak produk ikan asap yang dihasilkan. Seperti ikan pari, tongkol, manyung dan lainnya.  “Yang paling favorit disini ikan manyung. Kalau pengasapan ikan pari dan tongkol hanya saat ada pesanan,” tambahnya. (cr4/fth)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya