alexametrics

Pembangunan Patung Kinetik Digelontor Rp 471 Juta

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangDinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang menggelontorkan anggaran sebesar Rp 471 juta untuk membangun patung kinetik di Taman Kaliwiru. Desainnya nanti Penari Denok yang memperagakan tarian Semarangan.

“Kami menargetkan tahun ini selesai. Saat ini baru proses pembuatan pondasi dan tiang besi untuk tempat patungnya berdiri. Jadi progresnya baru sekitar 20 persen,” kata Kepala Bidang Pertamanan dan Pemakaman Disperkim Kota Semarang Murni Ediati kemarin.

Pipik -begitu ia disapa- menjelaskan, jika patung kinetik pertama yang ada di Kota Semarang. Sesuai namanya, patung ini bisa bergerak layaknya gerakan penari denok. Proses pembuatannya pun berbeda karena dibuat menggunakan plat besi.

Baca juga:  Sehari Hanya Boleh Nikahkan Delapan Pasangan

“Kita coba mengangkat budaya Semarangan dalam patung ini. Ini jadi ikonnya Semarangan. Pesannya adalah masyarakat bisa tahu kearifan lokal yang ada di Ibu Kota Jateng ini,” jelasnya.

Rencananya patung tersebut memiliki tinggi sekitar 10 meter dan sengaja diletakkan di pertigaan Jalan Taman Kaliwiru yang merupakan akses jalan nasional. Penempatan patung ini sudah dikaji dari tim pematung, pihak budayawan dan arsitek. “Sudah dikaji dulu, tujuannya agar secara visual patung penari. Nantinya mudah terlihat dari berbagai arah,” tuturnya.

Pencipta Penari Denok atau Tari Semarangan, Bintang Anggoro Putro menambahkan, jika mengatakan jika patung yang tengah dibangun diberi nama Patung Penari Denok. Sedangkan tamannya diberi nama Taman Tari Semarangan. “Selain sebagai patung, ucapan selamat datang penari denok juga sudah ditetapkan oleh Wali Kota Semarang saat itu sebagai tarian khas Kota Semarang pada tahun 1992,” tuturnya.

Baca juga:  Empat Sapi di Gunungpati Semarang Terpapar PMK

Disinggung tentang filosofi patung penari denok, Bintang mengaku, patung tersebut menggambarkan budaya Kota Semarang yang multikultural yakni percampuran budaya China, Jawa, dan Arab. Kemudian, secara sosiologis, penari denok menggambarkan masyarakat yang dinamis di wilayah pesisir. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya