alexametrics

Dapat Bantuan, Mantan Atlet Balap Sepeda yang Kini Jadi Tukang Rosok Menangis Haru

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Markus Tugiman, mantan atlet balap sepeda yang masa tuanya menjadi tukang rosok menangis haru. Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian Sosial (YKKS) Jakarta mempedulikannya. Telah memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 10 juta.

Seperti yang sudah diberitakan oleh Jawa Pos Radar Semarang sebelumnya (17/2), Markus Tugiman merupakan atlet banyak penghargaan. Bahkan, pernah memperoleh medali emas di Porprov Jateng tahun 1983 sebagai pebalap sepeda. “Sebelumnya saya gemar lari dan olah raga. Saya dilirik oleh Jamu Jago dan KONI memfasilitasi saya untuk menjadi pebalap sepeda,” jelasnya.

Namun ia memulai jadi tukang rosok pada tahun 2000-an. Ia mengumpulkan sebulan sekali dengan hasil Rp 700 sampai Rp 800 ribu per bulannya. Kondisi tersebut memantik kepedulian YKKS Jakarta. pihaknya melakukan wawancara kepada Markus Tugiman melalui zoom meeting.

Baca Juga: Mengenal Sosok Markus Tugiman, Pembalap Sepeda yang Kini Jadi Tukang Rosok

Baca juga:  Muncul Dugaan Jual Beli Lapak Pasar Johar, Wali Kota Hendi: Laporkan Polisi Saja

Sebelumnya, yayasan tersebut sudah membantu ribuan seniman dan atlet yang kurang beruntung. “Sebenarnya kami memberikan secara langsung dan bersilaturrahmi ke rumah Pak Tugiman. Namun saat ini masih pandemi sehingga diberikan melalui transfer,” ujar Setyawan Ambardy perwakilan YKKS Jakarta.

Uang senilai Rp 10 juta diberikan kepada keluarga Tugiman melalui rekening anaknya. Pihaknya berharap uang tersebut membantu kesejahteraan dan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Saya berterima kasih atas bantuan ini. Uang ini akan kami gunakan sebagai modal membuka usaha sembako,” ucap Tugiman ditemani oleh istrinya Ngatminah penuh haru di rumahnya di Jalan Tanggungrejo RT 1 RW 5, Tambakrejo, Gayamsari.

Tugiman saat ini memiliki tiga anak. Pertama sudah bekerja, anak kedua sudah menikah, dan anak bungsunya baru terkena PHK. Anak ketiganya, Triyanto, mengungkapkan rasa syukurnya sekaligus berterima kasih atas bantuan yang diberikan. “Semoga pihak yayasan lebih membantu banyak orang, terutama seniman dan para atlet yang kurang beruntung. Kami sangat senang,” ucapnya. (fgr/ida)

Baca juga:  Lapas Kedungpane Overload, Kapasitasnya 663 Orang Dihuni 1.706 Orang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya