alexametrics

Disperindag Jateng Distribusikan 9 Ton Minyak Goreng Curah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Para pedagang dan masyarakat ramai mengantre minyak goreng. Mereka membawa jeriken, ember, dan wadah lainnya untuk bisa mendapatkan minyak goreng murah.

Ada tiga titik lokasi operasi minyak goreng yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng bekerja sama dengan CV Sawit Juara Senin (21/2) kemarin. Di Pasar Karangayu, Ruko di Jalan Dargo 54, dan Ruko di Jalan Peres 70. Khusus di Pasar Karangayu disediakan 4,5 ton minyak goreng curah.

Operasi pasar minyak goreng ini menyediakan 10 ribu liter atau sekitar 9 ton per harinya di tiga titik tersebut. Sedangkan untuk minyak kemasan tersedia 250 karton. Stok ini untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat di tengah kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng.

Baca juga:  Jelang Nataru, Pemkab Demak Gelar Operasi Pasar

Arie Yulianto, Staf Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Disperindag Prov Jateng menyatakan dalam operasi pasar ini tidak ada batasan bagi para pedagang untuk membeli minyak kali ini, selama persediaan masih ada.

“Saya tahu informasi ini dari siaran di pasar. Saya langsung membawa jeriken dan lari kesini untuk mengantre. Lumayan bisa dapat Rp 10.500 per kg. Biasanya harganya Rp 19 ribu per kg. Kalau harganya bisa stabil, kami para pedagang enak jualannya, tidak nombok terus,” ujar Sugi, 46, pedagang kerupuk asal Krobokan, Semarang Barat.

Hal yang sama disampaikan oleh Parti, 50, pedagang di Pasar Karangayu. Ia membawa jeriken dan ikut mengantre sejak pagi di depan pintu masuk Pasar Karangayu. Ia berharap harga minyak bisa stabil sesuai dengan kebijakan pemerintah dengan HET Rp 11.500 per liter dan Rp 12.800 per kg. “Operasi pasar minyak goreng sebaiknya terus digelar untuk memudahkan masyarakat mendapatkan minyak goreng,” katanya.

Baca juga:  KA Blora Jaya dan Ambarawa Ekspres Mulai Beroperasi

Kabid PDN Disperindag Provinsi Jateng Mochamad Santoso mengatakan, operasi pasar minyak sebelumnya telah dilaksanakan di Pasar Peterongan dan Pasar Bulu sebanyak 18 ton minyak.

“Kemarin sudah dilaksanakan di Pasar Bulu dan Pasar Peterongan, masing-masing 9 ton minyak. Saat ini dilakukan operasi pasar sebagai upaya stabilisasi harga minyak yang semakin melambung,” ujar Santoso kepada Jawa Pos Radar Semarang. (cr4/cr3/cr5/cr6/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya