alexametrics

Dishub Tak Akan Terbitkan Izin Parkir di Jalan Inspeksi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Parkir di Jalan Inpeksi atau tepatnya sisi timur Lawang Sewu, kini menjadi tempat parkir liar. Wisatawan seakan tak kapok parkir di tempat tersebut, meski kerap dikenai tarif parkir yang cukup tinggi.

Belum lama ini pun muncul laporan terkait keluhan wisatawan yang menyebut parkir di sekitar Lawang Sewu mahal. Pemkot Semarang sebenarnya bekerjasama dengan pihak ketiga untuk membuka kantong parkir di Jalan Simpang. Menurut informasi, bus wisata yang menunrunkan penumpang di depan Lawang Sewu, harus membayar Rp 100 ribu.

“Kami imbau wisatawan atau bus wisata untuk masuk ke tempat yang sudah disediakan. Bisa di Museum Mandala Bhakti atau kantong parkir di sisi selatan DP Mall. Di depan Lawang Sewu sudah kami pasangi tanda dilarang berhenti,” kata Sekretaris Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan Senin (21/2).

Baca juga:  Kapolda dan Pangdam Blusukan Bagikan Sembako

Danang menjelaskan, Jalan Inpeksi masuk zona larangan parkir karena menjadi jalan alternatif menuju atau berasal dari belakang kompleks perkantoran Balai Kota, DP Mal, maupun ke Jalan Pemuda, Jalan Pekunden, Jalan Batan Selatan, dan Jalan MH Thamrin.

“Jalan ini adalah jalan larangan parkir karena sebagai jalan alternatif jika Jalan Pemuda ditutup. Apalagi jalannya relatif sempit. Harusnya tidak boleh ada pakir disana,” tegasnya.

Disinggung terkait pengajuan izin parkir di Jalan Inspeksi, kata Danang, langkah tersebut dinilai kurang tepat. Karena menjadi zona larangan parkir dan menjadi jalan alternatif ketika momen tertentu jika Jalan Pemuda ditutup.

Dirinya mengimbau agar wisatawan parkir di kantong parkir yang sudah disediakan. Menurutnya, Dishub tidak memasang rambu larangan di Jalan Inspeksi lantaran menyesuaikan dengan UU Lalu Lintas yang baru.

Baca juga:  BRT Jangkau Wilayah Pinggiran, Ribuan Pencari Kerja Kirim Berkas

Dalam UU tersebut, jika tidak ada rambu tempat parkir dipastikan jika wilayah tersebut dilarang untuk parkir. Beberapa kali, memang ada laporan yang masuk terkait mahalnya tarif parkir, misalnya di Sam Poo Kong, Lawang Sewu, dan Kawasan Kota Lama

“Jika ada itu parkir liar, kami nggak mau mengumbar rambu karena akan merusak estetika. Namun anggota kami dan tim saber pungli terus mobile melakukan pemantauan. Saat ini parkir liar sudah mulai kami kikis,” bebernya

Sementara itu mendengar adanya laporan wisatawan dikenai parkir yang cukup mahal di kawasan Lawang Sewu, Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto langsung melakukan pengecekkan untuk menegakkan peraturan daerah (Perda) tentang parkir.

Baca juga:  Karnaval 1 Suro, Hilangkan Kesan Mistis

Ia pun memanggil juru parkir liar yang ada di Lawang Sewu untuk melakukan klarifikasi dan menegur secara lisan. Dari pengakuan juru parkir, mereka berdalih tidak pernah meminta tarif parkir dengan jumlah yang tinggi kepada wisatawan.

“Saya tetap ikut aturan dari Pemkot dan masyarakat sekitar, ingin mencari rejeki disini,” kata Jukir Lawang Sewu, Edi Prayitno.

Pihaknya mengaku, izin pengajuan untuk parkir telah disampaikan ke Dishub Kota Semarang sebanyak tiga kali. Namun belum mendapatkan respon hingga sekarang. ”Kami tetap menarik retribusi parkir sesuai aturan Perda 2021, yakni kendaraan roda dua sebesar Rp 3 ribu, roda empat Rp 5 ribu, dan bus Rp 50 ribu,” ucap dia. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya