alexametrics

Kelurahan Gayamsari Dapat Alokasi Rp 8,8 Miliar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kelurahan Gayamsari pada tahun anggaran 2023 akan mendapatkan alokasi Rp 8.843.400.000 untuk pekerjaan saluran, pekerjaan jalan, gedung, total 8 kegiatan.

Jumlah ini meningkat, ketimbang hasil musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) 2021 silam untuk kegiatan 2022 mendapatkan alokasi hanya Rp 8 miliar.

Hal tersebut terungkap dalam Musrencang Kecamatan Gayamsari di Hotel Trizz Minggu (20/2). Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Perempuan dan Anak (DP3A) Kota Semarang, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Bappeda, serta anggota DPRD Kota Semarang.

Ketua LPMK Kecamatan Gayamsari Nuryanto menjelaskan, terkait penanganan rob dan banjir, pompa di muara Kelurahan Tambakrejo perlu dibuatkan pintu air. “Di sana ada enam pompa besar, kapasitasnya 10.000 meter per kubik. Ada 11 pompa mati suri,” ungkapnya.

Baca juga:  LPMK Tambakrejo Bekali Keahlian Sablon

Selain itu, di wilayah RW 4 Silawan ada tandon air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. “Masyarakat Siwalan memohon sebelum Jalan Gajah ditinggikan, maka jalan kampung ditinggikan dulu,” tuturnya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, saat ini Kota Semarang ada 970 kasus Covid-19. Hari ini akan menyusun prioritas tingkat kelurahan dan kecamatan. Pemkot Semarang membutuhkan masukan ide untuk meningkatkan Kota Semarang. “Dapat mengusulkan perbaikan kantor yang kurang representatif,” jelasnya.

Ke depannya, jika tidak bisa ke Musrenbang, bisa masuk ke dinas terkait maupun bisa menggandeng CSR. “Ini coba dihitung lagi, agar tahun depan LPMK, ketua RT, ketua RW, PKK, dan Karang Taruna bisa naik lagi uang transportnya,” harapnya.

Baca juga:  Kelurahan Gayamsari Bangkitkan Kampung Tematik Seni dan Kreatif

Soal Jalan Gajah, pembebasan tanah sudah dianggarkan sebelum 2021. Diperkirakan 2021, tapi awal Januari sampai Juni puncaknya refocusing. “Sehingga tahun 2022 ini pembebasan dianggarkan Rp 2 miliar untuk pembebasan. Sebelah utara akan diadakan 2022 ini, sebelah selatan tahun depan,” jelasnya.

Saluran lebih penting, karena ketika membangun harus diperhatikan. “Di sekililing Jalan Gajah, tepatnya di Medoho. Harus dimatangkan oleh Bappeda, harus terintregasi. Sehingga pelebaran jalan tidak menimbulkan masalah baru yang ditimbulkan,” imbuhnya. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya