alexametrics

Warga Ngijo Tetap Nyadran dengan Prokes Ketat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Warga Kelurahan Ngijo melakukan nyadran dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Ini merupakan tradisi mengirim doa bersama untuk para leluhur dan peringatan haul KH Asyari di Makam Sentono daerah petilasan KH Asyari.

Tokoh Agama Ngijo, Akhmad Yasak, 52, menjelaskan, rangkaian kegiatan kali ini mulai Rabu (16/2) malam hingga Kamis (17/2) kemarin. Puncaknya pemotongan kambing yang berasal dari sadaqoh warga yang memiliki hajat dengan niat masing-masing. Baik yang memiliki hajat yang sudah terkabul, atau ada nazar, dan aqiqah.

“Saat ini jumlah kambing yang disembelih sebanyak 57 ekor dan berasal dari 36 orang. Ada yang sedekah satu kambing, ada yang dua kambing,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (17/2).

Baca juga:  Hanya 16 Umat yang Hadiri Tawur Kesanga

Kambing yang sudah disembelih, lalu dimasak. Setelah kambingnya matang, dibagikan kepada para peziarah. “Semuanya kebagian, biar ikut merasakan suka cita orang-orang yang bersedekah,” tuturnya.

Yasak menambahkan, kegiatan nyadran ini kali ini tak hanya diikuti warga Ngijo, tapi ada dua orang dari luar kota, yaitu dari Jakarta dan beberapa wilayah lain kelurahan. “Kalau dulu ada yang dari Tegal, Sragen, Kendal, Solo, dan Kaliwungu. Tapi, kali ini yang bersedekah warga Kelurahan Ngijo dan wilayah lain di Gunungpati,” jelasnya.

Sebelum pandemi, pihaknya meyembelih 63 ekor kambing. Orang yang bersedakah pun banyak yang dari luar Ngijo, seperti Sumatera, Jambi, Kalimantan, Tegal, dan Kendal. “Kalau saat ini hanya dari Ngijo dan sekitar wilayah Kecamatan Gunungpati, seperti Sampangan, Sekaran, Plalangan, dan Kandri,” tuturnya.

Baca juga:  Untag Siapkan SDM Unggul, Songsong Indonesia Emas

Lurah Ngijo Siti Muhimatul Haliya menjelaskan, nyadran kali ini dibatasi jumlah pesertanya dengan menerapkan prokes. “Rata-rata warga kami sudah melakukan vaksinasi kedua, bahkan ada yang sudah boster,” tuturnya.

Diakuinya, dulu sebelum pandemi, banyak pedagang masuk ke gerbang makam. Namun, sekarang harus di luar gerbang Makam Sentono, KH Asyari di RT 4 RW 2 Kelurahan Ngijo, Kecamatan Gunungpati. (fgr/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya