alexametrics

Punya Wisata Alam dan Religi, Meteseh Siapkan Kampung Dung Tungkul

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang Pemerintah Kelurahan Meteseh, Tembalang, menyiapkan destinasi wisata Kampung Dung Tungkul di RW 10. Terdapat Sungai Rejosari yang memiliki potensi wisata alam dengan keceh dan river tubbing, serta makam KH Abdul Mukti menjadi destinasi wisata religi.

Ketua RW 10 Kumaidi menjelaskan, Dung Tungkul merupakan danau yang cukup luas. Sedangkan Tungkul dulunya ada banyak warga yang terleha oleh waktu. “Tidak terasa, tiba-tiba sudah lama berada di tempat tersebut,” katanya.

Saat ini wilayah Sungai Rejosari masih direvitalisasi. Dilengkapi dengan empat tempat bilas yang pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Saat ini pihaknya masih membersihkan lahan secara gotong royong. Untuk river tubbing dari atas, sudah ada 17 ban. “Rencananya kami buka lahan untuk parkir dan lapak UMKM,” jelasnya.

Baca juga:  Tawarkan Lima Sektor Unggulan ke Investor

Selain itu, ada makam KH Abdul Mukti yang berasal dari Meteseh. Diceritakan, KH Abdul Mukti merupakan keturunan Brawijawa V. “Yang menunjelaskan rantai sejarah tersebut adalah Pak Yai Abdul Cholid Kopeng dan Pak Yai Nur Hamim Penggaron,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang Kamis (17/2).

KH Abdul Mukti berdakwah sampai Rowosari, Jabungan, hingga Ungaran Timur. Banyak peninggalan, seperti Masjid di RW 4 Meteseh dan salah satu masjid di Rowosari. “Sekarang rutin digelar pengajian selapanan,” tuturnya.

Lurah Meteseh Slamet Raharjo menjelaskan, Kampung Dung Tungkul yang disiapkan memiliki dua wisata, yakni wisata alam, seperti keceh dan river tubbing di Sungai Rejosari, Meteseh dan wisata religi di Makam KH Abdul Mukti. “Kami siapkan agar potensi wilayah dapat berkembang dan lebih dikenal masyarakat luas,” jelasnya. (fgr/ida)

Baca juga:  Dekati Istri Siri Orang, Pemuda Ini Babak Belur Dikeroyok

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya