alexametrics

Genjot Pendapatan, Pemkot Semarang Naikkan Tarif PBB

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tahun 2022 ini berencana menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan (PBB). Kenaikannya variatif menyesuaikan kenaikan NJOP yang ditetapkan, sehingga tidak terbatas pada kisaran 10-20 persen.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, pendapatan terbesar dalam struktur APBD Kota Semarang bersumber dari pajak. Selain itu, tiga tahun terakhir Pemkot Semarang tidak pernah menaikkan PBB, padahal untuk memajukan dan membangun Semarang perlu pendapatan besar. “Kami membuat keputusan menaikkan PBB tahun 2022 ini,” kata Hendra Prihadi, Kamis (17/2).

Selain itu, kata Hendi, pihaknya akan melakukan optimalisasi wajib pajak yang masih menunggak. Dengan menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang untuk menagih tunggakan tersebut. “Tahun lalu, Kejari Kota Semarang bisa membantu menagih sebesar Rp 82 miliar. Tahun ini harapannya nilainya sama,” paparnya.

Baca juga:  Olympic Ahmad Dahlan Diikuti 3.539 Peserta

Meski begitu, pihaknya akan membebaskan PBB bagi masyarakat yang nilai bidang tanah dan bangunan kurang dari Rp 250 juta. Termasuk memberikan tarif pajak progresif di tanah kosong yang ada di jalan protokol sebesar 20 persen. Misalnya, Hotel Siranda yang mangkrak akan dikenai tarif pajak progresif.

Tujuan menerapkan tarif profesif, lanjut Hendi, agar aset di tepi jalan ini bisa dimaksimalkan dan memberikan dampak kepada perekonomian di Kota Semarang. “Saya harap aset ini dimaksimalkan, sehingga terjadi rekruitmen tenaga kerja. Kemudian, terjadi aktivitas ekonomi dan kotanya tumbuh melebihi kota-kota lain, contoh seperti Kota Lama,” bebernya.

Meski Kota Lama sekarang terus tumbuh, kebijakan menggratiskan izin mendirikan bangunan (IMB) pun diberikan. Yakni PBB mendapat insentif 50 persen. Namun, pihaknya menghapus insentif tersebut khusus gedung yang belum direstorasi atau mangkrak di Kota Lama. “Jadi mereka harus bayar penuh PBB-nya, kalau gedung yang dimiliki ini mangkrak,” ucapnya.

Baca juga:  Butuh Langkah Taktis Selamatkan Nasib Buruh

Dengan meningkatnya pendapatan, kata dia, pembangunan akan lebih gencar dari tahun sebelumnya. Syaratnya, wajib pajak taat untuk membayar pajak, Sementara target PBB pada 2022 ini sebesar Rp 575 miliar. Sedangkan, target pendapatan secara keseluruhan sebesar Rp 2,2 triliun.

Belum lama ini Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, pihaknya menggandeng 150 mitra dan laskar pajak untuk mendata, menelusuri potensi PBB, serta mengawsi e-tax yang dipasang di restoran.

“Kami terus berinovasi. Selain memberikan diskon pajak secara berjenjang, BPHTB dalam waktu dekat ada diskon pembayaran pajak dalam rangka HUT Kota Semarang,” katanya.

Iin -begitu ia disapa- mengatakan, Bapenda akan menyebar ratusan petugas untuk melakukan inventarisasi potensi PBB, misalnya tanah kosong yang sudah berdiri bangunan, bangunan yang dengan luasan lebih besar dan lainnya.

Baca juga:  Terminal Gunungpati Masuk Nominasi Terminal Sehat Tingkat Nasional

“Pendataan ini kami lakukan karena kondisi saat ini berbeda dengan di lapangan dan untuk menentukan besaran PBB yang dikenakan. Harapannya bulan ini rampung dan tagihan pajak bisa didistribusikan Maret mendatang,” jelasnya. (den/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya