alexametrics

Berstatus Level 2, Hendi Tetap akan Mulai Kembali PTM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangPemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kota Semarang kini level 2. Status itu sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Pemkot kemudian menindaklanjutinya dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 4 Tahun 2022. Di dalamnya terdapat sejumlah modifikasi pembatasan kegiatan masyarakat.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menjelaskan, meski naik ke level 2, tidak begitu banyak aturan yang berubah pada perwal yang baru saja dikeluarkan. Pekan lalu, saat di level 1, Hendi telah memodifikasi aturan, sehingga penerapannya seperti di level 2.

“Minggu yang lalu kami sudah melakukan modifikasi terkait dengan penerapan PPKM level 1, tapi berasa level 2,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (17/2).

Hendi sendiri tetap memastikan akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) kembali. Namun dirinya meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk tidak langsung menjalankan secara penuh, melainkan bertahap mulai dari 50 persen terlebih dulu.

Baca juga:  Dua Jam Operasi, 24 Orang Langgar Prokes

Bahkan jika situasinya membaik, Hendi tidak menutup kemungkinan ada penambahan persentase PTM. Untuk itu PTM diharapkannya ditindaklanjuti dengan persiapan maksimal pihak sekolah, mulai dari infrastruktur, mewajibkan guru dan siswa melakukan swab rutin agar tidak muncul cluster sekolah dikarenakan tidak terindentifikasi dari awal.

Hendi menjelaskan, naiknya level Kota Semarang ini, dipengaruhi beberapa indikator, di antaranya angka Covid-19 di Kota Semarang mencapai 780 kasus. Rinciannya, warga Semarang 573 kasus, sedangkan 127 kasus merupakan warga luar kota. Selain itu, ada 18 pasien Covid-19 meninggal.

“Enam di antaranya dari luar kota. Sedangkan 12 pasien warga Semarang. Kita identifikasi, enam karena komorbid lansia sudah vaksin komplet. Enam sisanya belum vaksin, ada yang baru V1, teridentifikasi dan meninggal,” jelasnya.

Baca juga:  Jembatani Pelaku UMKM Dongkrak Ekspor

Sementara dari segi bed occupancy ratio (BOR) ada 20 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 dengan total 866 tempat tidur isolasi. Tingkat keterisiannya 42 persen.

“Artinya, banyak tempat tidur atau ruangan yang masih bisa dipakai. Isoter (isolasi terpusat) di rumdin saat ini BOR-nya juga masih di angka 11 persen,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Hendi membuka kembali isoter di LPMP Srondol dan Marina. Empat isoter lainnya baru akan dibuka jika kasus Covid-19 melonjak tajam. Ia meminta masyarakat tetap wasapda, namun tidak perlu khawatir ataupun takut. Sesuai penjelasan Menteri Kesehatan dan Luhut Binsar Panjaitan, Omicron tetap harus diwaspadai, namun kekuatannya berbeda dari varian Delta.

Baca juga:  PTM dan PJJ Kimia Asyik dengan Power Point dan Google Meet

“Penjelasan beliau, kalau Delta ini 13 kali dari virus flu. Tapi kalau Omicron ini dua kali dari virus flu,” katanya.

Sementara dari segi aturan PPKM Level 2, Hendi menjelaskan, jam operasional tempat hiburan diturunkan menjadi pukul 23.00. Sementara operasional pelaku usaha misalnya toko kelontong, laundry, bengkel, dan lainnya hingga pukul 22.00.

Tidak banyaknya perubahan aturan kegiatan masyarakat, lanjut Hendi, karena tidak ada gejolak dari para pelaku ekonomi, karena Kota Semarang sudah menerapkan aturan selayaknya level 2 pada pekan lalu.

“PKL hingga pukul 22.00, perubahannya ada di mal dan supermarket. Tadinya jam 22.00 malam, saat ini kami turunkam jam 21.00. Kalau kafe, restoran, dan lainnya masih sama seperti peraturan-peraturan yang lalu,” bebernya. (BBS/den/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya